Kenapa Korban Pelecehan Narsistik Tak Sadar Sedang Diperalat?

Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)

GenPI.co - Banyak orang mengalami pelecehan narsistik dalam hubungan mereka. Mereka dilecehkan dalam setiap aspek kehidupan mereka oleh pasangan yang memiliki kepribadian narsistik. Hal itu meninggalkan dampak besar pada pikiran dan emosi. 

Ketika seseorang menjadi korban pelecehan narsisistik, maka ia mungkin menemukan hal-hal tertentu di dalamnya. Hal-hal itu seperti masalah dalam membuat keputusan, masalah kecanduan, dan kecemasan.  

Perilaku menyenangkan orang, harga diri rendah, sifat perfeksionis, merusak diri sendiri perilaku, juga menjadi keseharian dari korban pelecehan narsistik ini.

BACA JUGA: Seseorang Harusnya Nyaman Melakukan ini pada Pasangannya

Solusinya adalah bersikap waspada sebelum menjadi korban. Tetapi seringkali beberapa korban tetap dalam penyangkalan sepenuhnya dengan mengandalkan beberapa mitos tentang pelecehan narsisistik ini.

loading...

Apa saja mitos itu? 

1. Salah satu mitos terbesar adalah bahwa pelecehan hanya bisa bersifat fisik. Itu benar-benar salah Pelecehan bisa bersifat fisik, emosional dan verbal juga. 

Beberapa penyalahgunaan narsistik psiko-emosional termasuk kritik, mempermalukan, menyalahkan, menghakimi, dan sebagainya.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING