Wallace Tokoh Penting di Tangkoko, Monumennya Diresmikan Dalam Festival Tangkoko

Wallace Tokoh Penting di Tangkoko, Monumennya Diresmikan Dalam Festival Tangkoko - GenPI.co
Monumen Alfred Russel Wallace

Dalam perayaan 100 tahun Cagar Alam Tangkoko yang dikemas dalam Festival Tangkoko, ada peresmian monumen Alfred Russel Wallace, tokoh penting dalam perkembangan kawasan konservasi ini.

Wallace adalah ilmuwan naturalis berkebangsaan Inggris yang pernah mengunjungi Tangkoko pada 1861. Saat itu Wallace sangat tertarik dengan keragaman hayati dan juga fauna yang unik. Ia pun mengumpulkan spesimen Babirusa dan Maleo yang saat itu banyak ditemukan di alam liar Gunung Tangkoko.

Pada tahun 1978, Pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No 700/Kpts/Um/11/78 memperluas wilayah Tangkoko dengan ditetapkannya Cagar alam Duasudara (4.299 hektare).

Pada 24 Desember 1981, Kementerian Pertanian merubah status Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus seluas 1.250 hektare menjadi Taman Wisata Alam Batuputih (615 ha) dan Taman Wisata Alam Batuangus (635 ha).

Baca juga: Ada Festival dalam Peringatan 100 Tahun Takongko

Seiring perkembangannya, cagar alam Gunung Tangkoko-Batuangus mengalami perubahan lagi berdasarkan SK Menteri Kehutanan RI No SK/1826/Menhut-VIII/KUH/2014 tentang penetapan kawasan hutan pada kelompok hutan Dua Sudara. Kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Dua Sudara (7.247,46 Ha), TWA Batuputih (649 ha) dan TWA Batuangus (648,57 ha).

Terlepas dari berbagai perubahan tersebut, dunia tetap mengenal Tangkoko sebagai laboratorium hidup dengan keragaman ekologi yang memesona. Sejak kedatangan Wallace ke lokasi ini, sejak itu pula para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia tak henti mendatangi Tangkoko hingga sekarang.

Usia 100 tahun Tangkoko dihitung sejak keluarnya surat Gubenur Jenderal Hindia Belanda pada 21 Februari 1919 (GB 21/2/1919 stbl 90) yang menetapkan Natuurmonument Goenoeng Tangkoko Batoeangoes sebagai hutan lindung.

Wali Kota Bitung Max Lomban mengatakan Kota Bitung merasa bangga karena sejak kunjungan Wallace, hingga hari ini, Batuputih mampu menarik para ilmuwan dan pelajar dari seluruh belahan dunia untuk mempelajari keunikan dan kekayaan serta keanekaragaman hayati Sulawesi Utara di Tangkoko.

Pergelaran Festival Tangkoko berlangsung 20 - 21 Februari di Lapangan Singkanaung, Kampung Wisata Batu Putih, Kecamatan Ranowulu.

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten