Terancam Hilang, Kampung Bersejarah di Semarang Harus Dipertahankan

Wisatawan peserta tur keliling Kampung Sekayu berfoto dalam sebuah sesi. (Foto: gus Wahid United)
Wisatawan peserta tur keliling Kampung Sekayu berfoto dalam sebuah sesi. (Foto: gus Wahid United)

"Beberapa waktu lalu saat masih bertugas di Bappeda, almarhumah NH Dini pernah menemui saya. Sambil menangis almarhumah meminta kepada saya untuk mempertahankan Kampung Sekayu. Selain karena kampung ini merupakan tempat NH Dini dibesarkan, salah satu novelnya juga ada yang bertemakan Kampung Sekayu. Saat ini memang sudah ada indikasi menghilangkan kampung tua ini dari peta wilayah Kota Semarang," katanya dalam diskusi tersebut.

Kampung Sekayu sendiri sering disebut sebagai benteng terakhir dari modernitas. Namun keberadaannya yang bersentuhan langsung dengan modernisme, membuat kampung ini terdesak oleh pembangunan gedung pencakar langit dan kepentingan bisnis lainnya.

Dalam beberapa kasus, hilangnya kampung-kampung kuno di Semarang ini karena secara tata pemerintahan digabung dengan kelurahan lain, atau memang kampung tersebut tak lagi ada penduduknya karena terdesak pembangunan hotel, mal, atau apartemen.

"Sejarah pembodohan warga jangan diulangi. Kampung-kampung dengan sejarahnya jangan sampai dihilangkan karena terdesak pembangunan. Sebenarnya ada banyak cara untuk tetap mempertahankan kampung-kampung itu, meski investor masuk untuk membangun. Kota Lama misalnya, tetap ada meski ada pembangunan dan investasi di sana. Apalagi Sekayu memiliki sejarah panjang berkaitan dengan terbentuknya Kota Semarang," kata M Farchan.

loading...


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING