Batik dan Produk Indonesia Lainnya Mejeng di Bangladesh

Pengunjung melihat kain batik yang dijajakan di salah satu stan pameran Indonesia Fair 2019, di International Convention City Bashundhara (ICCB), Dhaka, Bangladesh, Kamis (25/04/2019). (ANTARA News/Yashinta Difa)
Pengunjung melihat kain batik yang dijajakan di salah satu stan pameran Indonesia Fair 2019, di International Convention City Bashundhara (ICCB), Dhaka, Bangladesh, Kamis (25/04/2019). (ANTARA News/Yashinta Difa)

GenPI.co — Produk Indonesia berupa batik dan produk lainnya seperti perhiasan, kerajinan tangan, otomotif, obat-obatan, makanan, dan minuman mejeng dalam gelaran pameran Indonesia Fair 2019 yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh.

Pameran ini untuk kedua kalinya diselenggarakan di Bangladesh, menyusul kesuksesan Indonesia Fair 2018 yang berhasil membukukan transaksi termasuk potensi kesepakatan dagang senilai 274 juta dolar AS.

Menurut Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina P Soemarno, Bangladesh dan Indonesia adalah dua negara besar di Asia, dilihat dari segi populasi dan ekonomi. Kedua negara memiliki situasi ekonomi yang stabil, kondisi makroekonomi yang sehat, dan pertumbuhan ekonomi tinggi.

"Sayangnya hubungan perdagangan dan ekonomi kita belum merefleksikan situasi tersebut," kata Dubes Rina saat menyampaikan pidato pembukaan pameran di Dhaka, Kamis.

Karena itu, KBRI Dhaka menggagas Indonesia Fair, yang diselenggarakan di International Convention City Bashundhara (ICCB), Dhaka, pada 25-27 April 2019, untuk memperkenalkan Indonesia kepada publik Bangladesh, serta mempertemukan para pelaku usaha kedua negara yang tertarik untuk menjalin kerja sama.

loading...

Lebih dari 40 pelaku usaha dan 13 BUMN asal Indonesia berpartisipasi dalam Indonesia Fair tahun ini, termasuk diantaranya PT Industri Kereta Api (INKA), PT Pertamina, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, PT Pindad, serta Indonesian Railway Consortium.

Tidak ketinggalan, perusahaan karoseri CV Laksana yang baru-baru ini mengekspor 14 bus ke Bangladesh, juga berpartisipasi dalam pameran tersebut. Sejak 2014, pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi dengan pasar non-tradisional di Asia, salah satunya Bangladesh.

Perdagangan bilateral kedua negara tumbuh setiap tahun. Pada 2018, total nilai perdagangan antara Bangladesh dan Indonesia mencapai 1,97 miliar dolar AS atau meningkat 48 persen sejak 2016.


Redaktur : Maulin Nastria

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING