Yura Yunita Rilis Video Klip Bahasa Isyarat Untuk Penyandang Tuli

Yura Yunita bersama Galuh Sukmara saat tampil memperagakan bahasa isyarat dari single Merakit (Sumber foto: Wardah)
Yura Yunita bersama Galuh Sukmara saat tampil memperagakan bahasa isyarat dari single Merakit (Sumber foto: Wardah)

GenPI.co - Sukses menjadi penyanyi, membuat Yura Yunita tak lupa untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Di bulan Ramadhan ini, Yura berkolaborasi dengan rumah belajar khusus disabilitas ‘The Little Hijabi’, membuat video klip bahasa isyarat dari single ‘Merakit’.

Dalam video yang dirilis, Kamis (16/5) Yura mengajak seorang praktisi bahasa isyarat, Galuh Sukmara, untuk ikut memperagakan makna dari lirik lagunya yang bercerita tentang optimisme meraih mimpi dan pantang menyerah. Video tersebut pun berhasil ditampilkan secara langsung dalam acara buka bersama Wardah.

”The Little Hijabi itu adalah rumah belajar untuk teman-teman tuli. Disitulah aku ngobrol mendalam sama bunda Galuh. Ternyata bunda Galuh sudah pernah menonton musik video "merakit". Katanya sangat powerfull,” ujarnya di Hotel Shangrilla Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Inisiatif perilisan video tersebut, lanjut Yura, karena ia dan bunda Galuh ingin semua teman-teman tuli juga bisa merasakan lirik positif dari lagu "Merakit" ini. Demi video ini, ia juga berlatih belajar bahasa isyarat agar dapat pemahaman sesungguhnya penggunaannya.  

Selama belajar bahasa isyarat, penyanyi 27 tahun ini juga menemui tantangan. Menurutnya cara memperagakan tak boleh sembarangan, sebab untuk mengisyarakatkan sebuah lagu itu sedikit berbeda dari mengisyaratkan kalimat sehari-hari. 

“Misal di lirik aku "tak apa terjadi, bangkitlah dan tersenyumlah", nah kata terjatuh mungkin maknanya bisa jatuh dari kursi tapi yang dimaksud dalam lirik lagu ini adalah terjatuh dalam kehidupan,” sambungnya.

Yura mengaku lewat video berdurasi 3 menit 30 detik ini, ia ingin mengajak penderita tuli untuk bisa memahami, merasakan dan menikmati karya seni dengan cara yang belum pernah ada.

Baca juga:

Tak Menyerah dengan Nasib, Andhika Bangun Kopi Tuli

Mute Area, Kedai Tuli Pertama di Wonosobo

“Dari situ aku tumbuh keberanian bahwa ngobrol sama teman tuli sama aku ngerasa kayak hampir sama kayak kita ngobrol sama teman yang berasal dari negara yang berbeda,” pungkas Yura Yunita.


Simak video ini:


Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER