Empat Fakta Menarik Game of Thrones

Games of Thrones
Games of Thrones

GenPI.co - Bukan tanpa alasan Game of Thrones digadang-gadang sebagai salah satu serial terbaik dalam satu dekade terakhir. Kisah Jon Snow dan kawan-kawan ini tidak hanya menyihir penonton Amerika Selatan, tetapi juga hampir seluruh dunia. 

Game of Thrones menjadi bagian budaya pop masa kini, pengaruhnya begitu luar biasa dalam dunia hiburan. Berikut empat fakta menarik dalam Games of Thrones.

Besi Valyrian terinspirasi dari Baja sungguhan

Dalam Games of Thrones, belati yang terbaik terbuat dari bahan yang sangat kuat namun sekaligus sangat ringan yang disebut Baja Valyrian. Baja Valyrian dikenali dari permukaannya yang nampak beriak. Baja Valyrian ini adalah produk kuno yang seni membuatnya telah hilang sehingga tidak ada belati atau pedang baru yang bisa dibuat kecuali dengan melebur pedang atau belati yang lama.

Baca juga: WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Ganguan Mental

Menariknya, bentuk rupa Baja Valyrian juga mirip dengan rupa senjata khas Jawa, keris. Riak pada Baja Valyrian dikenal sebagai pamor dalam dunia perkerisan.

Tahta Game of Thrones dijual

Pada tahun 2013, HBO bersama Firebox bergabung membuat dan menjual tiruan seukuran asli Tahta Besi seharga Rp 368.539.000. Tahta Besi tiruan dibuat dari serat kaca dan resin setinggi 2.184 centimeter, lebar 1.651 centimeter, dan 1.803 centimeter dari depan ke belakang. Beratnya mencapai 159 kilogram.

Game of Thrones paling banyak dibajak

Berdasarkan data dari laman berbagi data TorrentFreak, Game of Thrones adalah pertunjukan yang paling banyak diunduh secara tidak resmi di dunia. Pada tahun 2012 laman Public BitTorrent Trackers menunjukkan bahwa ada satu episode Game of Thrones yang diunduh secara ilegal sebanyak 4.280.000 kali.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Australia Jerry Bleich pada tahun 2013 pernah menggugah status Facebook yang meminta warga Australia untuk berhenti membajak Game of Thrones dengan menulis  “seandainya semua empat juta penonton Game of Thrones adalah pengunduh ilegal maka game of Thrones akan berhenti tayang dan tidak akan pernah ada musim ketiga,”

Ada kursus Game of Thrones di Harvard

Para profesor sejarah di Universitas Harvard menyadari sesuatu saat mereka melihat mahasiswa-mahasiswa bereaksi “oh itu seperti dalam Game of Thrones!” dalam kelas sejarah mengenai abad pertengahan. Yang terjadi adalah sebaliknya ujar salah satu tutor kursus Game of Thrones Racha Kirakosian.

Kursus itu bernama The Real Game of Thrones: dari mitos modern menuju ke contoh dunia abad pertengahan. Kursus ini akan membawa pesertanya untuk lebih memahami kehidupan di masa lalu, terutama di wilayah Eropa. 


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER