Kenapa Sih Banyak Millennial Suka Bepergian?

Millenial memiliki kegemaran terhadap bepergian.
Millenial memiliki kegemaran terhadap bepergian.

GenPI.co - Jaman semakin modern. Dunia berubah seiring munculnya generasi baru dengan kunikannya. Generasi milennial, misalnya, memiliki kecenderungan untuk lebih menikmati hidup. 

Generasi millennial adalah mereka yang lahir tahun 1981 hingga 1996.  Salah satu ciri mereka kegemaran terhadap bepergian  Hal itu kemudian memunculkan layanan-layanan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ambil contoh Airy,Gojek, traveloka dan lainnya. 

Terkait kegemaran terhadap bepergian, para millennial kemudian dirundung dengan hujan pertanyaan. Bahkan pertanyaan itu muncul dari sesama millennial.  Berikut 3 pertanyaan yang paling ditanyakan kepada millennial yang hobi bepergian, dan bagaimana mereka menjawabnya.

Baca juga: Menikmati Kesegaran Kolam Alami Wae Impor di Hamente Kolang 

Kok bisa jalan-jalan terus? Kaya yah?

Traveling di masa kini tidak harus menjadi orang kaya dahulu. Millenial hadir pada masa di mana jenis pilihan pekerjaan semakin beragam dan bisa dilakukan di luar kantor.

Kadang Milenial bekerja di dua tempat sekaligus, satu pekerjaan tetap dan satu pekerjaan lepas. Misalnya, mengerjakan pesanan untuk membuat desain grafis bagi sebuah produk.

Mereka juga pandai mengatur pengeluaran dan banyak menabung.

Millennial menukar Starbucks dengan kedai kopi Lokal (dan itu membantu kopi lokal berkembang!), membawa sendiri makanan untuk siang hari, dan akrab dengan kantin dan warteg. Mereka menukar kemewahan kota besar dengan keindahan laut dan pantai.

Millennial juga gesit memanfaatkan promo tiket. Jika sedang beruntung, mereka akan mendapatkan tiket dengan harga yang keliru.   Di lokasi tujuan, Milenial menggunakan Airbnb/airy atau penginapan model asrama yang terjangkau. Bagi yang ingin tetap menjaga privasi dan menghindari berbagai ruangan, mereka akan memilih hotel kapsul yang cukup untuk tidur.

Tukar menukar kemampuan juga bisa membuat millennial jalan-jalan. Seorang pengembang jaringan IT di kota besar di Jawa bisa berlibur ke Indonesia Timur gratis setelah dia membantu membuatkan laman Internet gratis bagi sebuah usaha open trip yang berada di Maluku. Produk IT ditukar dengan produk traveling, kerenkan!

Baca juga: Pulau Momongan Dipoles jadi Destinasi Unggulan Cilacap 

Kamu jalan-jalan Cuma untuk kontem Instagram, kan?

Millenial akan berbohong bila mengatakan tidak dalam menjawab pertanyaan ini. Tentu saja saat berjalan-jalan harus berfoto karena itu bagian dari perjalanan itu sendiri. Dan, media sosial adalah album foto bagi millennial.

Orang tua kita pasti punya foto Monas atau borobudur yang mereka dapatkan saat mereka berjalan-jalan ke tempat itu belasan atau puluhan tahun lalu. Mereka menyimpannya dalam album foto yang diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga sehingga bisa dilihat sewaktu-waktu. Milenial pun melakukan itu, mereka berfoto  di tempat yang keren dan karena hendak disimpan dan dikenang di masa yang akan datang maka tidak ada salahnya untuk berpose sebaik mungkin. Mereka lalu menyimpan foto-foto itu di tempat yang akrab dengan mereka, yang bisa mereka bisa lihat kapan saja, dimana saja, karena dibawa dalam genggaman mereka. Instagram di dalam pintar adalah album foto bagi Milenial.

Namun ada pula Milenial yang gemar jalan-jalan dan mengambil foto tanpa ada diri mereka dalam foto tersebut. Ini adalah kelompok para penggemar foto yang hanya ingin mengabadikan keindahan alam semurni dan sealami mungkin.

Baca juga: Pasca Aksi Demo 22 Mei, Menpar Aktifkan Crisis Center Pariwisata 

Jalan-jalan nggak bisa dijadikan pekerjaan, ya kan? 

Bagi millennial nusantara yang sopan, mereka akan tersenyum saat menerima pertanyaan ini. Sementara  yang lain mungkin akan dengan gigih menjelaskan apa yang terjadi.

Milennial telah melihat sisi dunia lain di luar kantor yang dingin dan kaku. Mereka telah melihat temannya dan mungkin telah merasakan sendiri saat menerima uang hasil dari melakukan tinjauan produk, makanan, atau hotel selama traveling. Uang juga datang dari produk atau jasa yang Milenial promosikan di akun media sosial mereka, sementara ada pula yang berasal dari tulisan tentang traveling yang dimuat di media cetak.

Sementara bagi Milenial yang gemar membuat video perjalanan, mereka dan mengunggahnya di youtube. Iklan yang dipasang oleh youtube pada video mereka akan menghasilkan uang ke rekening mereka.

Traveling adalah passion, sementara uang adalah bonusnya. Dan pada akhirnya, semua pendapatan itu pada akan ditabung dan dipergunakan untuk membiayai perjalanan selanjutnya.

Simak juga video menarik pilihan redaksi berikut


Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER