Menikmati Negeri Atas Awan di Sago Adventure

Menikmati Negeri Atas Awan di Sago Adventure
Image Caption Here

Lautan awan terhampar luas sejauh mata memandang. Puncak-puncak gunung tampak menjulang memecah awan. Kala malam, pemandangan lebih dramatis. Siluet pegunungan dihiasi kedap-kedip cahaya pada lembahnya. Itu adalah pemukiman rumah penduduk. Sementara bulan tampak malu-malu bersembunyi di bali awan tipis.

Begitulah suasana Camping Ground Sago Adventure. Lokasinya Cubadak Pantai Kenagarian Tanjung Bonai, Kecamatan Lintaubuo Utara, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat. Menghadirkan hawa sejuk khas pengunungan, tempat ini memang cocok untuk berkemah untuk menikmati alam.

Camping ground adventure adalah atraksi baru di lereng Gunung Sago. Inisiatornya adalah anak-anak muda Nagari Tanjung Bonai. Memulai debut awal pada Sabtu-Minggu (1-2/9) lalu, ratusan pecinta adventure yang ada di situ larut dalam pesona alam yang memukau.

Di lokasi camping itu, para pecandu petualangan tidak sekedar menikmati pemandangan di atas awan. Pengunjung juga  dapat menyaksikan air terjun tujuh tingkat yang berada tak jauh dari lokasi camp. Pemandangan menuju air terjun juga tak kalah indah. Mulai dari hutan hingga perkebunan buah masyarakat setempat.

Camping ground adventure adalah atraksi baru di lereng Gunung Sago. Inisiatornya adalah anak muda Nagari Tanjung Bonai. Di lokasi camping itu, para pecandu petualangan tidak sekedar menikmati pemandangan di atas awan. Pengunjung juga  dapat menyaksikan air terjun tujuh tingkat yang berada tak jauh dari lokasi camp. Pemandangan menuju air terjun juga tak kalah indah. Mulai dari hutan hingga perkebunan buah masyarakat setempat.

“Tanah di sini sangat subur, tanaman petani tumbuh sangat baik. Hanya saja, akses jalan masih terbatas menuju lokasi ini,” ujar Veri Kurniawan, Inisiator Camping Ground Sago Adventure.

Berbagai macam konsep dilakukan di area camping itu.  Mulai dari spot untuk selfie dan berfoto, sampai membuat poster dan banner. Tidak disangka, minat awal camping ground ternyata membludak. Hal itu terbukti dengan ramainya para peminat camping yang ikut hadir.

“Rencana awal hanya untuk pemuda lokal. Tapi karena dibuat poster dan tema yang cukup menarik, event terserbut jadi viral dan peminat mulai banyak,” Veri bercerita.

Dengan pengalaman seadanya panitia mencoba menghandle kegiatan perdana tersebut. Namun, semua perjuangan panitia akhirnya terbayar lunas dengan suksesnya camping ground perdana yang digelar selama dua hari satu malam tersebut. Melihat potensi itu, panitia masih harus mengerjakan Pekerjaan Rumah untuk kedepannya.

“Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk membentuk pengelola yang bisa mengelola pariwisata. Insyallah saat ini sedang diusahakan untuk membuat  camping to training of selama dua malam. Disitu, mereka akan dilatih bagaimana mengelola camping ground dan menjadi tuan rumah yg baik,” sebut Veri.



RELATED NEWS

KULINER