Begini Cara Jadi Traveler Siaga Bencana

Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Foto: Google Image)
Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Foto: Google Image)

Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Termasuk saat kamu sedang travel ke suatu tempat. Kalau sudah begitu, rasa panik sudah pasti mendera. Ingin rasanya segera kembali ke rumah.

Sebelum traveling, ada baiknya memastikan tempat wisata yang akan dituju aman. Namun bagaimana jika di daerah wisata tersebut, kamu harus menunggu beberapa waktu lamanya hingga bantuan datang? Itulah perlunya menjadi seorang traveler yang siaga bencana. Jadi selain bersenang-senang, kamu juga harus sudah siap jika terpaksa berhadapan dengan kondisi darurat tersebut

Langkah pertama yang harus dilakukan s

Ramon Yusuf Tungka, artis sekaligus penjelajah alam mengatakan, attitude siaga bencana menjadi hal penting ketika menjadi traveler. “Simpel-nya, selalu membawa obat-obatan yang sewaktu-waktu dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Selain itu, ia menganjurkan untuk melengkapi diri dengan peluit kecil di dalam daypack. “Saya juga selalu standby membawa raincoat, membawa powerbank cadangan aga selalu siaga berkomunikasi,” lanjutnya.

Jika traveling dalam waktu berhari-hari, kamu harus menyiapkan perlengkapan lengkap yang akan kamu butuhkan itu. Jangan sampai ada yang tertinggal. Kondisi tubuh dalam keadaan prima juga wajib hukumnya.  Dengan begitu, kamu tidak akan kesusahan sendiri dan menyusahkan orang lain ketika berwisata.

Sebagai seorang traveler sejati, Ramon selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Buktinya, ia berhasil mencapai Puncak Kilimanjaro di Afrika dan mengibarkan bendera Merah Putih di salah satu puncak tertinggi di dunia itu.

“Alhamdulillah tak pernah sampai mendapat bencana. Tapi harus selalu siaga untuk hal-hal itu.” Ramon mengimbuh. 

Reporter: Anggi Agustiani

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS