Fashion Kombinasi Lampung-Sumba di F8

International Eight Festival and Forum 2018 (F8) bertabur atraksi. Perhelatan akbar ini juga menjadi panggung bagi para desainer. Beragam tema Fashion disajikan, seperti Tribal Glitz yang diangkat Desainer Itang Yunasz. Inspirasinya diramu dari kekuatan budaya Lampung dan Sumba (Nusa Tenggara Timur).

 “Saya terinspirasi budaya Lampung. Ada banyak motif yang dimiliki wilayah ini. Motif-motif ini lalu saya kombinasikan dengan kekuatan Sumba. Motif Sumba ini sangat cantik dan halus,” ungkapnya, Jumat (13/10).

Rancangan Itang memukau pengunjung pada Jumat malam.  Memakai label modest Ready to Wear, ada  16 karya yang ditampilkan. Menguatkan cita rasa motif Lampung, warna busana coklat kemerahan terlihat dominan. Semua dihadirkan dalam teknik print.

“Teknik print ini ideal untuk menjawab kerumitan. Sebab, bahan Tapis Lampung umumnya tebal dan kaku. Tapi, untuk industri, saya tetap menampilkan bahan Tapis asli. Harganya tinggi. Kalau memakai teknik print, harga menjadi lebih terjangkau,” terang Itang lagi.

Kekayaan Lampung semakin disempurnakan dengan motif Sumba. Hasilnya, busana karya Itang pun makin ‘fasih’ bercerita kekayaan tradisi nusantara. Ditampilkan dalam busana wanita, ada beragam jenis kain yang digunakan. Diantaranya, sutera, chiffon, poly-satin, satin crepe, satin twill, linen, taffeta, dan lace. Konsepnya berupa potongan blus, tunik, gaun, celana palazzo, kaftan, dan outer.

Dengan style longgar dan menutup, Itang juga menambahkan beragam detail. Ornamen ini berupa detail ruffles, draperi, taburan beads, hingga rangkaian kerang khas Lampung. Setiap helai dipadukan secara berlapis. Nuansa mewah ditiupkan melalui harmoni gradasi warna. Itang pun menambahkan, karyanya disiapkan secara khusus untukmemberikan kesan terbaik di F8.

“Untuk F8, persiapan kami sangat matang. Kami harus memberikan kesan terbaik kepada pengunjung festival ini,” tegasnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS