Borobudur Writers & Cultural Fest 2018

Budaya yang Menyatukan Perbedaan

Pembukaan Borobudur Writers & Cultural Fest 2018, Kamis (22/11)
Pembukaan Borobudur Writers & Cultural Fest 2018, Kamis (22/11)

Borobudur Writers & Cultural Fest 2018 resmi dibuka oleh sang pendiri, Romo Mudji Sutrisno, Kamis (22/11). Peresmian tersebut ditandai  dengan pemukulan gong di Borobudur Ballroom, Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi perbincangan yang menghadirkan lima orang narasumber. Mereka adalah  Salim Lee, Dr Tan Ta Sen, Prof Joko Suryo, Mona Lohanda, dan Dr S. Margana. Mereka adalah para pakar dalam dunia sejarah dan budaya.  Diskusi itu dimoderatori oleh Triana Wulandari.

“Kita harus kembali belajar mengenai keindonesiaan dengan kearifan lokalnya,” sebut Romo Mudji Sutrisno. Menurutnya, Indonesia yang sedang terpecah dan  politik bisa disatukan kembali melalui kebudayaan.

“Indonesia itu adalah yang paling benar, yang paling baik, yang paling suci dari lokalitas yang dibawa oleh kesukuan dan agama yang disumbangkan untuk Indonesia,” lanjut Romo Mudji Sutrisno saat menerangkan tujuan pelaksanaan Borobudur Writers & Cultural Fest tahun ini.

Ia menambahkan, tujuan mulia ini harus disambut baik karena Indonesia memang dibentuk oleh kekayaan budaya yang luar biasa.  “Terdapat di 17 ribu pulau indah yang berbeda yang terbentang dari ujung barat yang dekat Asia sampai ke ujung timur yang dekat dengan pasifik,” ia mengimbuh

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER