Kearifan masyarakat Galela, Halmahera Utara

Seri Kodoba: Dari Melihat Elang Hingga Ritual Memanggil Ikan

Festival Wonderful Indonesia yang digelar Senin (26/11) lalu di Halmahera Utara menampilkan beragam kesenian khas setempat. Salah satunya adalah atraksi Seri Kodoba.

Seri Kodoba adalah adalah sebuah seni yang berasal dari Galela. Ini adalah sebuah atraksi upacara adat yang disajikan dalam beberapa tarian yakni tari Tokuwela, tari Solumbe dan atraksi Bambu Gila. Jika atraksi bambu gila sudah populer lantaran kerap ditampilkan, namun tidak dengan kedua tarian lainnya.

Budayawan Halmahera Utara dan Ketua Sanggar Budaya Dabiloha Jesaya Rahaguna menuturkan, atraksi-atraksi ini dipilih untuk ditampilkan lantaran sudah hampir punah.Tari Tokuwela, misalnya, baru pertama kali dipentaskan di Galela setelah 50 tahun. Itu  lantaran tarian tersebut dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan kekinian, agama dan lain lain.

“Tarian Tokuwela sebenarnya itu budaya lokalnya orang Galela, dan kebetulan kampung kami berada di Galela Utara, Desa Limau. Di kampung kami setiap tahun  selalu buat ritual ini. Ada rumah penunggu kami yang kami sebut Rumah Elang. Rumah ini  dari generasi ke generasi di Kampung Limau,  harus dilindungi karena rumah ini bisa menjadi tempat pemersatu," ujar  Jesaya.

Di Rumah Elang itu, lanjut Jesaya, ritual Seri Kodoba kerap dilakukan. Namun sebatas warga setempat saja yang menyaksikannya. “Sebagai warisan leluhur, Tari Tokuwela yang termasuk dalam Seri Kodoba ini  sudah diakui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 yang lalu,” tambahnya.

Burung Elang memang punya tempat terhormat dalam kebudayaan masyarakat Galela. Burung pemangsa itu dipercaya dapat memberikan petunjuk. Jika sudah terbang mengelilingi kampung, maka masyarakat akan berbondong-bondong mencari ikan.

“Orang Galela percaya jika Rumah Elang senantiasa dijaga , maka Elang akan selalu memberi tahu kebradaan ikan kepada mereka. Kearifan lokal ini tentu saja memiliki potensi wisata yang besar,” jelas Jesaya.

Selain tari Tokuwela disajikan juga tari Salumbe, yang merupakan turunan dari tarian Tokuwela. Salumbe artinya memanggil. Ini adalah ritual memanggil ikan yang dilakukan oleh gadis-gadis Galela. “Mereka harus turun ke laut sampai kedalaman sebatas pinggang. Kemudian dengan daun atau apa saja, mereka menciptakan riak untuk memanggil ikan,” Jesaya menuturkan.

Diyakini, para gadis itu dapat memberikan aura yang positif terhadap energi di laut sehingga membuat ikan ikan mendekat.  Upacara ritual tersebut diadakan 5 tahun sekali.

"Kami berharap ritual ini jangan hanya menjadi ritual kami saja, bisa diangkat menjadi atraksi wisata biar dunia luar tahu. Ritual ini bisa kita jadikan kalender wisata, bisa kita lakukan empat sampai lima kali dalam setahun," tutup Jesaya. 

Reporter: Cholis Faizi Sobari

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS