Lombok Punya Sekolah Tanggap Bencana. Yuk Lihat Fasilitasnya

Sekolah Indonesia dibuat di Lombok untuk tanggap bencana (Foto: siaran pers Humas dan KIP Universitas Indonesia)
Sekolah Indonesia dibuat di Lombok untuk tanggap bencana (Foto: siaran pers Humas dan KIP Universitas Indonesia)

Bencana alam yang menimpa Lombok, NTB beberapa waktu lalu membuat prosesi Belajar Mengajar di sekolah menjadi terhambat. Oleh karenanya, beberapa pihak sepakat untuk membuat sekolah tanggap bencana yang diberi nama Sekolah Indonesia.

Sekolah ini terwujud berkat kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, dan Fusi Foundation serta para donatur. Bertempat di Desa Kerandangan, Senggigi, Lombok Barat, sekolah ini bisa menampung sampai 130 siswa TK/RA dan SD/MI.

“Rancangan sekolah ini sangat berbeda dari susunan tipikal sekolah yang umumnya berupa deretan ruang-ruang kelas yang monoton. Sekolah Indonesia memiliki unit-unit ruang kelas yang terintegrasi dengan unit-unit ruang terbuka dan lansekap yang ditata secara seksama, untuk mewadahi kegiatan belajar yang bervariasi di dalam maupun di luar ruangan,” ujar Dekan FTUI, Hendri D. S. Budiono, melalui keterangan pers.

Keistimewaan dari Sekolah Indonesia adalah bangunannya yang berbentuk unit-unit susunan “plug and play”. Tujuannya agar bangunan sekolah menjadi fleksibel dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di tiap lokasi. Diharapkan rancangan sekolah ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia, karena bersifat cepat tanggap bencana alam.

Sekolah TK/RA merupakan donasi dari Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PT. PLN Persero seluruh Indonesia. TK/RA Sekolah Indonesia terdiri dari dua unit ruang kelas yang dilengkapi dengan furnitur, satu unit toilet dengan dua kubikel dan fasilitas cuci tangan, serta tribun dan selasar untuk menampung sekitar 40 orang siswa.

Sedangkan SD/MI adalah donasi dari BFI Finance sebagai donatur utama. Kapasitas SD/MI Sekolah Indonesia sekitar 100 orang siswa, yang terdiri dari empat unit ruang kelas, satu unit perpustakaan, dan satu unit ruang guru. Masing-masing dilengkapi dengan furnitur, selasar, unit toilet dengan dua kubikel dan fasilitas cuci tangan, tribun dan teras untuk wadah ekspresi siswa, serta unit ruang transisi untuk tempat bermain dan berinteraksi.

Untuk membangun Sekolah Indonesia tidak dibutuhkan waktu yang lama. Cukup dua bulan sejak peletakan batu pertama, sekolah yang rancangannya dikerjakan oleh Kelompok Keilmuan Perancangan dari Departemen Arsitektur FTUI ini resmi beroperasi.

Sekolah Indonesia menjadi inovasi di dunia pendidikan, berupa bangunan sekolah yang cepat tanggap bencana alam. Berkat adanya Sekolah Indonesia, kesempatan belajar anak-anak Indonesia yang terdampak bencana kembali membesar. Hal ini sejalan dengan misi Sekolah Indonesia sebagai ekosistem belajar yang menyenangkan untuk anak Indonesia.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER