Mengintip Sejarah Kesultanan Siak Sri Inderapura

Istana Siak yang megah. (Foto: liandamarta.com)
Istana Siak yang megah. (Foto: liandamarta.com)

Sejarah Riau tidak lepas dari berdirinya salah satu kesultanan terluas di Indonesia, yakni Kesultanan Siak Sri Indrapura.  Kesultanan ini terbentang dari perbatasan provinsi Aceh - Sumatera Utara sampai ke pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat.

Adalah Raja Kecik dari Johor yang mendirikan Kesultanan Siak Sri Indrapura pada tahun 1723 dan bertahan sampai tahun 1946. Tahun tersbut dalah momentum pernyataan  Sultan Siak bergabung dengan Indonesia.

Kesultanan Siak Sri Indrapura berkembang pesat dan mencapai puncaknya pada masa Sultan Syarif Ali Abdul Jalil Ba'alawi yang bertahta pada tahun 1784 sampai tahun 1810. Pada masa itu wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura mencakup daerah Kotapinang Pagarawan, Batubara Bedagai, Kualuh dan Panai. Wilayah kekuasaannya juga mencakup  Bilah, Asahan, Serdang, Deli, Langkat, Temiang di Aceh, hingga Johor di semenanjung Malaysia, Kepulauan Lingga, dan Sambas di Kalimantan.

Sultan keduabelas Siak Sri Indrapura Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin alias Sultan Syarif Kasim II adalah penentang Belanda yang gigih. Ia melakukannya dengan cara mendirikan Sekolah agar anak-anak setempat  mendapatkan pendidikan secara merata.

Kawasan istana Siak. (Foto:  kebudayaan.kemdikbud.go.id )

Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS