Stories: Share your traveling moment!

Di Tangan Suci, Sisik Ikan Bisa Jadi Souvenir Cantik

Souvenir cantik dari sisik ikan.
Souvenir cantik dari sisik ikan.

Tak ada barang-barang yang betul-betul tak berguna. Dengan kreativitas, limbah juga dapat bernilai jual. Salah satunya adalah kerajinan dari tulang dan sisik ikan.

Suciati, salah satu pengrajin di Kampung Sakera, Tanjung Uban Utara,  Bintan mampu mengubah sisik ikan menjadi bross yang unik dan cantik. Ia juga membuat bross dari limbah kerang, gantungan kunci dari limbah gonggong dan bunga dari sisik ikan dan kulit kerang.

Pengolahan limbah ini sudah ia tekuni sejak tahun 2015 lalu. Adapun sisik ikan yang digunakan adalah sisik ikan bandeng, ikan ketarap dan lain-lain.

“Kalau untuk sisik ikan ini gampang nyarinya. Kebetulan di sini ikan berlimpah. Walaupun sudah cukup lama, saya terus belajar untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.” Ujarnya kepada GenPI.co belum lama ini.

Perempuan yang lebih sering disapa Suci ini mengatakan untuk membuat kerajinan dari sisik ini harus melewati beberapa tahap dulu. Pertama harus membersihkan sisik ikan dengan baik karena ini merupakan bahan dasarnya.

“Sisik ikan dicuci dengan air bersih dan menggunakan sabun. Itu gunanya untuk menghilangkan lendir pada sisik. Lalu, direndam menggunakan pemutih pakaian, cuci lagi pakai air. Setelah itu ditiriskan,” jelas Suci.

Saat mengeringkan sisik ikan, Suci menghindari menjemur langsung  di bawah sinar matahari. Sebab, panas yang terik akan membuat sisik ikan melengkung dan sulit untuk dibentuk. Penyimpanan bahan sisik ini juga perlu diperhatikan. Jika tidak digunakan, simpan sisik-sisik ini ke dalam kotak yang kering dan bersih.

“Kalau untuk warna, kita semprot menggunakan pilox. Bross dengan satu warna saja bisa sekaligus disemprotkan. Tapi, kalau ada dua atau tiga warna. Harus disemprot dulu sisik ikannya sebelum dirangkai.” Pungkasnya.

Untuk mempercantik bross buatannya, ditambahkan serbuk glitter pada ujung kelopak bunga. Lalu, bros-bros itu dikemas didalam kotak persegi. Harga yang dijual pun bervariasi. Sesuai dengan ukuran yang dibuat. Mulai dari harga Rp 10 ribu sampai dengan Rp 30 ribu.

“Yang tadinya terbuang begitu saja. Setelah kita buat menjadi souvenir dan hiasan, ternyata memiliki nilai jual dan bermanfaat. Dibutuhkan keuletan dan kreatifitas untuk seperti ini. Perlu memperbanyak mengamati bentuk agar dapat menghasilkan karya yang lebih inovatif lagi.” tutupnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter