Asia Tenggara dan Papua Jadi Pusat Keberagaman Manusia Purba

Penelitian membuktikan keberadaan spesies manusia purba Deniovan di kepulauan Asia Tenggara dan Papua. (Foto: JustScience)
Penelitian membuktikan keberadaan spesies manusia purba Deniovan di kepulauan Asia Tenggara dan Papua. (Foto: JustScience)

GenPI.co – Keberagaman manusia purba tidak terjadi di Eropa atau wilayah utara yang beku, tapi sebaliknya di Asia yang tropis.

Itu adalah konklusi dari sebuah penelitian terbaru yang dilakukan tim internasional yang dipimpin oleh Murray Cox dari Universitas Massey di Selandia Baru. Penelitian yang dipublikasikan di www.massey.ac.nz ini  dilakukan atas bantuan contoh genom oleh tim Eijkman Institute yang dipimpin oleh Herawati Sudoyo. Data-data ini lalu dikaji oleh para peneliti, salah satunya adalah Mark Stoneking dari Institut Max Planck untuk anthropologi evolusi.

Baca juga: Teman Hobbit Flores Ada di Sulawesi

‘Keberagaman manusia purba ini nampaknya bertahan jauh lebih lama di kepulauan Asia Tenggara dan Papua dari pada tempat lainnya di dunia,” ujar Stoneking.

Tim internasional meneliti DNA dari 161 genom baru yang bersumber dari penduduk di 14 kelompok kepulauan di Asia Tenggara dan Papua. Hasilnya, orang Papua modern membawa ratusan variasi genetik dari dua jalur keturunan Denisovan yang sangat berbeda. Dua jalur keturunan Denisovan ini telah terpisah satu sama lain setidaknya sejak 350.000 tahun yang lalu.

Denisovan adalah salah satu jenis manusia purba yang bersama Neanderthal dan Homo sapiens, Denisovan mengembara di muka bumi dan saling kawin mawin. Spesies ini diyakini hidup antara 100.000 sampai 40.000 tahun yang lalu. Namun hasil studi terakhir menunjukkan kemungkinan besar bahwa Denisovan masih ada sampai sekitar 30.000 tahun yang lalu di kepulauan Asia Tenggara dan Papua.

Fosil Denisovan pertama kali ditemukan di dalam sebuah gua bernama Denisova di pegunungan Altai, siberia. Ini membuat spesies ini dianggap hanya hidup di bagian utara asia tengah dan eropa timur.

Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa Denisovan meninggalkan jejak genetik di populasi Asia Timur, kepulauan Asia Tenggara, dan Papua.

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER