Amuk Filipina ke China Gahar, Kapal Pembelah Lautan Dikeluarkan

Amuk Filipina ke China Gahar, Kapal Pembelah Lautan Dikeluarkan - GenPI.co
Ilustrasi-Kapal perang. Foto: Reuters.

GenPI.co - Filipina telah mengajukan dua protes diplomatik lagi terhadap China atas apa yang disebutnya 'pengabaian terang-terangan' atas komitmen Beijing untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan menyusul berlanjutnya kehadiran kapal-kapal China di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina di Selatan. Laut Cina.

Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) mengatakan badan penegakan hukum maritim negara itu mengamati total 165 kapal penangkap ikan China, kapal milisi maritim dan kapal penjaga pantai yang tersebar di seluruh ZEE Manila pada 20 April.

BACA JUGA: Filipina Kirim Kiamat Kecil, China Jadi Susah Nyengir

Setidaknya lima kapal, dengan penanda Penjaga Pantai China yang terlihat, terlihat 'di sekitar' Pulau Pag-asa Filipina (juga dikenal sebagai Thitu), serta Karang Thomas Kedua dan Beting Scarborough, laut fitur yang penguasaannya diambil oleh China dari Filipina pada tahun 2012.

“Kehadiran kapal-kapal ini secara terang-terangan melanggar kedaulatan Filipina, hak kedaulatan dan yurisdiksi,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/4/2021).

Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin sebelumnya berjanji bahwa Manila akan mengajukan protes diplomatik 'setiap hari' selama kapal China tetap berada di ZEE Filipina.

Sementara, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Harry Roque, juga telah memperingatkan bahwa kehadiran China dapat memicu permusuhan yang tidak diinginkan di wilayah tersebut.

Namun, Duterte, yang diketahui telah membina hubungan lebih dekat dengan Beijing, menarik kembali pembicaraan yang keras dan mengatakan dia tidak ingin ketegangan meletus di daerah tersebut, mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa dia ingin mencapai kesepakatan dengan China untuk kemungkinan operasi pengeboran bersama.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara