Afghanistan Hancur, Penuh Mayat-mayat Berantakan, Warga Tersayat

Afghanistan Hancur, Penuh Mayat-mayat Berantakan, Warga Tersayat - GenPI.co
Jenazah korban ledakan bom di Afghanistan. Foto: Mohammad Ismail/Reuters.

Taliban mengutuk serangan itu, yang tampaknya ditujukan pada warga sipil, dan membantah bertanggung jawab.

Itu terjadi di lingkungan yang sering diserang oleh pejuang ISIL (ISIS) selama bertahun-tahun.

Dilaporkan juga bahwa seluruh kota mati rasa setelah serangan ini.

Serangan ini juga terjadi beberapa hari setelah 2.500 hingga 3.500 tentara Amerika Serikat yang tersisa secara resmi mulai meninggalkan negara itu.

Mereka akan pergi paling lambat 11 September. Penarikan itu dilakukan di tengah kebangkitan kembali Taliban, yang mengendalikan atau menguasai lebih dari setengah Afghanistan.

BACA JUGA: Khabib Nurmagomedov Kecam Aksi Brutal di Masjid Al Aqsa

Di bawah perjanjian yang ditandatangani oleh Taliban dan AS tahun lalu, Washington akan menarik pasukan dengan imbalan jaminan keamanan Taliban dan agar kelompok itu memulai pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Serangan Taliban terhadap pasukan asing sebagian besar telah berhenti, tetapi mereka terus menargetkan pasukan pemerintah. Sejumlah jurnalis, aktivis, dan akademisi juga tewas dalam serangan yang dituduhkan pada Taliban, yang menyangkal keterlibatannya.(*)

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara