Serangan Senyap Junta Militer Myanmar Dahsyat, Warga Tersayat

Serangan Senyap Junta Militer Myanmar Dahsyat, Warga Tersayat - GenPI.co
Para pengunjuk rasa termasuk dokter, insinyur hingga biksu turun ke jalan-jalan Myanmar. Foto; Reuters/Antara.

GenPI.co - Seorang pemimpin mahasiswa selama pemberontakan 1988 melawan kediktatoran militer Myanmar sebelumnya, Nay Myint dipenjara dan disiksa atas usahanya.

“Saya memberikan pidato kepada publik tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan. Tak lama kemudian, intelijen militer menangkap saya dan kemudian mereka memberi saya hukuman seumur hidup. Saya tinggal di penjara selama 15 tahun, 10 tahun di sel isolasi,” kata dia, seperti dilansir dari Aljazeera, Selasa (25/5/2021).

BACA JUGA: Bentrok Pecah! Loyalis Hamas dan Fatah Saling Serang di al-Aqsa

Akhir pekan lalu, alih-alih berpidato di depan massa di Yangon, aktivis yang berbasis di AS itu berbicara kepada komunitas Myanmar di New York City, yang berkumpul di Union Square untuk memprotes kudeta militer Februari.

Perebutan kekuasaan mengakhiri eksperimen singkat dengan demokrasi dan menyingkirkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) miliknya, yang menang telak dalam pemilihan November, tetapi militer mengganggap itu curang.

Kudeta tersebut memicu gerakan protes yang signifikan dan penumpasan brutal, dengan militer masih tidak dapat mengamankan kendali penuh atas negara itu lebih dari tiga bulan kemudian.

Selama di penjara, Nay Myint mengalami perlakuan kasar termasuk penyiksaan fisik.

Di antara kedua kaki saya, mereka memasang belenggu besi selama dua tahun, yang menyebabkan kerusakan permanen pada kaki kirinya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara