Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Gawat! Lebanon di Ambang Kehancuran, Sejumlah Negara Pasang Badan

Seorang demonstran mengibarkan bendera Lebanon di depan pasukan polisi, dalam aksi unjuk rasa di Beirut, Lebanon, pada Sabtu (8/8/2020). Foto: Goran Tomasevic/Reuters.
Seorang demonstran mengibarkan bendera Lebanon di depan pasukan polisi, dalam aksi unjuk rasa di Beirut, Lebanon, pada Sabtu (8/8/2020). Foto: Goran Tomasevic/Reuters.

GenPI.co - Sejumlah negara telah berjanji untuk memberikan bantuan darurat kepada Lebanon untuk mencegah keruntuhannya dalam menghadapi krisis politik dan ekonomi terdalam yang melanda negara itu.

Panglima Angkatan Darat Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa negaranya menghadapi konsekuensi yang mengerikan jika krisis negara itu terus berlanjut dan gaji militer terus turun.

BACA JUGA:  Protes Lebanon Meluas, Militer Israel Terancam

“Bagaimana seorang tentara dapat menghidupi keluarga dengan gaji yang tidak melebihi $90?” kata dia, seperti dilansir dari Aljazeera, Jumat (18/6/2021).

Dia mengungkapkan situasinya kritis, negara ini krisis ekonomi dan keuangan mau tidak mau akan menyebabkan runtuhnya semua lembaga negara termasuk Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF).

Aoun menambahkan tentara adalah penjamin tunggal keamanan dan stabilitas di Lebanon dan lembaga paling tepercaya di dalam negeri serta global.

BACA JUGA:  Provokasi dari Lebanon Makin Intens, 4 Roket Ancam Israel

“Oleh karena itu menjaga kekompakan dan mendukung LAF untuk menjalankan misinya adalah yang terpenting," tegas dia.

Prancis siap mengatur pertemuan dengan mitra termasuk Amerika Serikat, Rusia dan China, serta kekuatan Eropa dan beberapa negara Teluk Arab, meskipun bukan Arab Saudi untuk membantu Lebanon.

Negara peserta diminta untuk menyediakan makanan, obat-obatan, suku cadang untuk peralatan militer dan bahkan bahan bakar di Lebanon. , meskipun mereka tidak diminta untuk membayar gaji secara langsung. Daftar belanja yang dibuat oleh militer berjumlah jutaan dolar.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING