Mencekam, Surat Dubes Myanmar Kuak Pembantaian oleh Junta Militer

Mencekam, Surat Dubes Myanmar Kuak Pembantaian oleh Junta Militer - GenPI.co
Tentara Myanmar berpatroli untuk menyisir para pemrotes di Delta Ayeyarwady (Foto:AP)

GenPI.co - Duta Besar (dubes) Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun memperingatkan badan dunia itu terkait laporan pembantaian oleh junta militer.

Kyaw Moe Tun sendiri menolak untuk meninggalkan jabatannya meskipun dipecat setelah militer merebut kekuasaan dalam kudeta enam bulan lalu.

AFP melaporkan pada hari Rabu (4/8), diplomat itu mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai 40 mayat telah ditemukan di kotapraja Kani di daerah Sagaing di barat laut Myanmar.

BACA JUGA:  Jeritan Suara Band Rock Asal Gaza, Lirik Lagunya Menyayat Jiwa

Para jenderal telah membantah tuduhan itu, sementara AFP mengatakan tidak dapat memverifikasi laporan secara independen karena jaringan seluler terputus di wilayah Sagaing.

Kyaw Moe Tun menuduh bahwa tentara menyiksa dan membunuh 16 pria di sebuah desa di kotapraja sekitar 9 dan 10 Juli, setelah itu 10.000 penduduk meninggalkan daerah tersebut.

BACA JUGA:  Serangan Udara Israel Bertubi-tubi, Lebanon Dihajar Tanpa Ampun

Dia mengatakan 13 mayat lagi ditemukan pada hari-hari setelah bentrokan antara pejuang lokal dan pasukan keamanan pada 26 Juli.

Kyaw Moe Tun menambahkan bahwa 11 pria lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, tewas dan dibakar. di desa terpisah pada 28 Juli.

BACA JUGA:  Taliban Makin Beringas, Hujan Peluru Semalaman di Lashkar Gah

Dalam surat itu, duta besar itu mengulangi seruannya untuk embargo senjata global terhadap militer dan “intervensi kemanusiaan mendesak” dari komunitas internasional.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara