Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Tolak Sebut Nama Teroris, Polisi Texas: Saya Tak Ingin Dia Tenar

Ilustrasi teroris yang melakukan penembakan massal. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi teroris yang melakukan penembakan massal. (Foto: Elements Envato)

Salah satunya adalah pelaku aksi teror di kota Christchurch Selandia Baru.  Oleh para pendukung supremasi kulit putih, ia dianggap sebagai pahlawan. Sementara pelaku penembakan di El Paso, Texas,  mengaku mendapatkan inspirasi dari kejadian di Christchurch. Kemudian pelaku aksi teror di Norwegia mengaku terinspirasi oleh kejadian di Christchurch dan El Paso.

Gerke hanya menegaskan bahwa pelaku penembakan adalah pria kulit putih berusia sekitar 30-an tahun yang membawa senjata serbu ringan semi-otomatis. Ia diceritakan sendirian dalam melakukan aksi terornya.

Namun Gerke belum mengetahui motif di belakang kejadian karena tersangka tidak dapat diwawancarai lantaran sudah tewas tertembus peluru aparat. Meski begitu,  kepolisian Odessa meyakini bahwa si pelaku merencanakan aksi yang besar dengan menembak mati lebih banyak orang jika tidak segera dihabisi oleh polisi.

“Kenapa pergi ke bioskop bila tidak berencana hendak menonton film? Pada Sabtu sore di Odessa, Texas, Bioskop adalah salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi.” Pungkas Gerke.

Simak video berikut ini:


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING