Badai Hagibis Hantam Jepang, 1 Tewas dan Jutaan Warga Mengungsi

Bangunan rumah pada hancur akibat badai Hagibis yang menghantam Jepang. Foto: Reuters
Bangunan rumah pada hancur akibat badai Hagibis yang menghantam Jepang. Foto: Reuters

GenPI.co - Badai Hagibis yang terjadi di Jepang menelan korban jiwa. Satu orang tewas dan lebih dari 3 juta orang mengungsi. Topan Hagibis yang berarti "kecepatan" dalam bahasa Filipina Tagalog diperkirakan mendarat di pulau utama Jepang Honshu pada Sabtu (12/10).

Badai, yang diperingatkan pemerintah bisa menjadi yang terkuat melanda Tokyo sejak 1958, telah membawa rekor curah hujan di prefektur Kanagawa di selatan Tokyo dengan curah hujan 700 mm (27,6 inci) selama 24 jam.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tingkat tertinggi untuk beberapa daerah di Tokyo, Kanagawa dan lima prefektur sekitarnya lainnya. Peringatan jumlah hujan yang terjadi hanya sekali dalam beberapa dekade.

BACA JUGA: Perdana Menteri India Pungut Sampah di Pantai

"Kami melihat hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kerusakan akibat banjir dan tanah longsor sepertinya sudah terjadi,"  kata seorang pejabat agensi pada konferensi pers yang diadakan oleh penyiar publik NHK.

Akibat badai ini, diketahui seorang pria tewas di Chiba yang berada di timur Tokyo. Pria tersebut meninggal saat berada di mobil yang dihantam badai hingga terbalik.

Sementara itu, lebih dari tiga juta orang telah didesak untuk meninggalkan rumah mereka di tengah peringatan banjir dan tanah longsor yang parah.


Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?


Reporter : Winento

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS