Para Pemimpin G7 Bahas Migrasi, Kecerdasan Buatan, dan Keamanan Ekonomi

Para Pemimpin G7 Bahas Migrasi, Kecerdasan Buatan, dan Keamanan Ekonomi - GenPI.co
Para pemimpin G7 mengalihkan perhatian mereka pada kecerdasan buatan, keamanan ekonomi, dan migrasi. (AP Photo/Alex Brandon)

GenPI.co - Para pemimpin G7 mengalihkan perhatian mereka pada kecerdasan buatan, keamanan ekonomi, dan migrasi pada hari kedua dan terakhir pertemuan puncak mereka pada hari Jumat.

Dilansir AP News, delegasi mereka mengerjakan komunike bersama komprehensif yang menyentuh banyak hal tantangan geopolitik dan sosial utama di dunia.

Pertemuan di sebuah resor mewah di wilayah Puglia selatan Italia juga membahas topik-topik besar lainnya, seperti dukungan keuangan untuk Ukraina, perang di Gaza, perubahan iklim, Iran, situasi di Laut Merah, kesetaraan gender serta kebijakan industri China.

BACA JUGA:  Negara G7 Bela Taiwan, China Merasa Ternodai dan Marah Besar

Namun ada beberapa perpecahan yang muncul, terutama mengenai kata-kata dalam deklarasi akhir KTT tersebut, dengan ketidaksepakatan mengenai kurangnya referensi mengenai aborsi.

Hari kedua dibuka dengan sesi mengenai migrasi, di mana para pemimpin membahas cara-cara untuk memerangi perdagangan manusia dan meningkatkan investasi di negara-negara dimana para migran memulai perjalanan yang sering kali mengancam jiwa.

BACA JUGA:  NATO dan Uni Eropa Desak G7 Meningkatkan Pertahanan Udara bagi Ukraina

Migrasi menjadi perhatian khusus bagi tuan rumah pertemuan Italia, yang terletak di salah satu jalur utama menuju Uni Eropa bagi orang-orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Perdana Menteri Italia yang beraliran kanan, Giorgia Meloni, yang terkenal dengan sikap garis kerasnya terhadap masalah ini, sangat ingin meningkatkan investasi dan pendanaan bagi negara-negara Afrika sebagai cara untuk mengurangi tekanan migrasi di Eropa.

BACA JUGA:  Jokowi Ajak Negara G7 Investasi Energi Bersih dan Rendah Karbon

Italia ingin “mendedikasikan ruang yang luas untuk benua lain yang penting bagi masa depan kita semua, yaitu Afrika, dengan kesulitannya, peluangnya,” kata Meloni, Kamis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya