China Belum Siuman, Perusahaan Bangkrut dan Karyawan Tak Dibayar

Ilustrasi: cond magazine
Ilustrasi: cond magazine

GenPI.co - Badai Virus Corona di China belum berakhir. Usai badai Corona jilid I, China dibuat mabuk dengan kondisi ekonomi yang jumpalitan. 

Negeri Panda itu kehilangan 460.000 perusahaan yaang bangkrut gegara virus. Banyak karyawan yang terpaksa gigit jari lantaran pengusaha tak mampu membayar gaji.

BACA JUGA: Ramalan China Akurat Banget! Amerika Gelagapan Lawan Corona

“China telah berhasil mengendalikan wabah Covid-19. Namun, ada tanda-tanda kerusakan yang berkelanjutan pada permintaan domestik, dan di atas itu, guncangan eksternal yang disebabkan oleh penutupan luas di negara-negara besar lainnya berlangsung dengan cepat," tulis Yao Wei dan Michelle Lam, ekonom dari Societe Generale dalam catatannya.

Di Dongguan, deretan toko-toko terlihat kosong. Pabrik-pabrik ditutup. Produsen tote bags dan mainan lokal yang berorientasi ekspor, Dongguan Fantastic Toy Company, runtuh setelah pesanan luar negeri mongering. Perusahaannya bahkan meninggalkan pekerja dengan gaji yang tidak dibayar.

loading...

China benar-benar dibuat babak belur. Kemenangan atas virus corona jilid I masih jauh dari kata layak untuk dirayakan.

Data Dilansir dari South China Morning Post menunjukkan, separuh dari perusahaan yang harus menutup bisnisnya.

BACA JUGA: Tips Merawat Jilbab Agar Awet dan Kinclong


Redaktur : Agus Purwanto

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING