Amerika Serikat Tak Terkendali, Pasukan Elite Sampai Turun...

Seorang demonstran akibat kematian George Floyd berhadapan dengan pasukan garda nasional AS di Minneapolis, Minnesota, 29 Mei 2020. (AFP/KEREM YUCEL)
Seorang demonstran akibat kematian George Floyd berhadapan dengan pasukan garda nasional AS di Minneapolis, Minnesota, 29 Mei 2020. (AFP/KEREM YUCEL)

GenPI.co - Kematian pria kulit hitam, George Floyd, akibat perlakuan oknum polisi Minneapolis mengundang amarah warga Amerika Serikat.

Aksi protes yang mereka lakukan tak kunjung padam, bahkan makin meluas dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Dewi Fortuna Dekati 5 Zodiak, Dapat Keberuntungan di Bulan Juni

Akibatnya, kantor polisi di Minneapolis dibakar pada malam ketiga aksi unjuk rasa. Demonstran tidak terima dengan aksi pembunuhan tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyebutkan demonstran tidak menghormati sosok George Floyd.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Trump juga mengatakan, militer dapat dikerahkan dengan cepat untuk meredam unjuk rasa penuh kekerasan tersebut, seperti dilansir Reuters.

Gubernur Minnesota mengaktifkan garda nasional negara bagian itu setelah empat malam unjuk rasa penuh konfrontasi di Minneapolis.

Hal ini merupakan aktivasi garda nasional penuh pertama sejak Perang Dunia II.


Reporter : Mia Kamila

Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING