Jam Malam Dicabut, Kasus Covid-19 di Arab Saudi Membeludak

 Pemadangan kota Riyadh, setelah pemerintah melonggarkan jam malam. Foto: Antara
Pemadangan kota Riyadh, setelah pemerintah melonggarkan jam malam. Foto: Antara

GenPI.co - Setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencabut jam malam, jumlah kasus positif covid-19 di negara tersebut langsung membeludak. 

Kasus positif di Arab Saudi saat ini telah melampaui angka 200.000, sementara di UAE mencapai 50.000 jiwa.

BACA JUGA: Donald Trump Mulai Frustrasi Sebut Covid-19 Tidak Berbahaya

Dua negara dengan perekonomian terbesar di Teluk Arab itu telah menerapkan pembatasan aktivitas sejak pertengahan Maret. 

Otoritas dua negara telah mencabut pembatasan secara bertahap sehingga tempat usaha dan fasilitas umum dapat kembali buka.

loading...

Sementara itu, negara-negara lain di Teluk Arab juga mulai melonggarkan aturan pembatasan. Namun, Kuwait masih memberlakukan jam malam sebagian. Akan tetapi, Qatar, Bahrain, dan Oman tidak menetapkan  jam malam.

Arab Saudi, negara dengan kasus positif tertinggi jika dibandingkan dengan enam negara di Teluk Arab, mengumumkan 4.100 kasus baru pada Jumat (3/7) sehingga total pasien mencapai 205.929 dan 1.858 di antaranya meninggal dunia.

Jumlah korban jiwa harian sempat naik sampai di atas 4.000 pada pertengahan Juni, tetapi angkanya saat ini telah turun.


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING