Pemilik Amonium Nitrat di Lebanon Pebisnis Rusia

Ledakan yang terjadi di Lebanon akibat amonium nitrat. (YouTube)
Ledakan yang terjadi di Lebanon akibat amonium nitrat. (YouTube)

GenPI.co - Dirjen Imigrasi Lebanon Badri Daher menyebut, pihaknya sudah mengingatkan pengadilan negeri itu soal 2.750 ton bahan kimia berbahaya yang disimpan di gudang yang terletak di Ibu Kota Lebanon. 

Menurut Daher, pihaknya juga sudah meminta pihak berwenang memindahkan bahan kimia berbahaya ini dari hangar 12 karena melihat bahaya yang bisa ditimbulkan. Tapi permintaan ini tidak pernah digubris. 

BACA JUGA: Ledakan di Lebanon dari Timbunan Ribuan Ton Amonium Nitrat

“Kami juga pernah minta bahan ini ekspor kembali ke tempat asalnya. Tapi hal itu tidak pernah terjadi,” ucap Daher. 

Sumber lain di pelabuhan Beirut menyebut, enam bulan lalu, ada tim inspeksi datang dan menyebut jika amonium nitrat ini tidak segera dipindahkan, maka akan meledakkan seluruh Beirut. 

loading...

Bahan berbahaya ini disebut ditinggalkan seorang pebisnis Rusia, Igor Grechuskin pada September 2013. Sebelum kemudian dipindahkan ke pelabuhan dan didiamkan di situ selama 6 tahun. 

Dalam dokumen yang dipublikasikan secara online menyatakan, bahan berbahaya ini telah diserahkan ke Angkatan Bersenjata atau dijual ke perusahaan bahan peledak. 

Namun karena dokumen ini tidak ada yang membalas, akhirnya bahan berbahaya tetap teronggok di pelabuhan Beirut. 


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING