Raja Salman Murka, Pembangkang Arab Saudi Bikin Partai Oposisi

Raja Salman Murka, Pembangkang Arab Saudi Bikin Partai Oposisi (Foto: AFP)
Raja Salman Murka, Pembangkang Arab Saudi Bikin Partai Oposisi (Foto: AFP)

GenPI.co - Arab Saudi telah lama menghadapi kritik internasional atas catatan hak asasi manusianya. Kritikan itu meningkat sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai pewaris takhta Saudi pada Juni 2017.

Tindakan keras yang dilakukan MBS dianggap telah melanggar HAM atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 lalu di Konsulat Saudi, Istanbul.

BACA JUGATakdirnya Jadi Orang Sukses, 4 Zodiak Ini Bakal Tajir Maksimal

Dampak pembunuhan tersebut juga mendorong pengawasan internasional serta menodai reputasi MBS sebagai seorang reformis yang berupaya untuk memodernisasi ekonomi dan masyarakat kerajaan yang konservatif.

Tidak hanya itu, MBS juga menangkap Ahmed bin Abdelaziz dan Mohammed bin Nayef dengan tuduhan korupsi sekaligus menahan ratusan pejabat pemerintah, tokoh-tokoh oposisi, dan juga perwira militer dan keamanan.

loading...

BACA JUGAIstana Bantah Pengakuan Jenderal Gatot Nurmantyo: Kebablasan...

Kekerasan yang terjadi akibat tindakan MBS mendorong sekelompok penentang sistem monarki Arab Saudi yang diasingkan di sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan di tempat lain untuk mendirikan partai oposisi dengan nama Partai Majelis Nasional (NAAS).

"Kami mengumumkan peluncuran partai ini pada saat kritis untuk mencoba menyelamatkan negara kami, melembagakan masa depan yang demokratis serta meminta pemerintahan untuk menanggapi aspirasi rakyat kami," ujar sekretaris jenderal NAAS, Yahya Assiri kepada AFP.


Reporter : Panji

Redaktur : Tommy Ardyan

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING