Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Situasi Makin Mencekam, Iran Ngamuk Naik Pitam, Dunia Gemetar

Bendera Iran berkibar dekat rudal saat latihan militer di Iran, 19 Oktober 2020. Foto: Reuters/Wana.
Bendera Iran berkibar dekat rudal saat latihan militer di Iran, 19 Oktober 2020. Foto: Reuters/Wana.

GenPI.co - Kementerian luar negeri Iran telah mengutuk permintaan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk memasukkan tuntutannya dalam kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia, menuduh mereka mencoba menggagalkan pembicaraan yang berkelanjutan di Wina.

Juru bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh mengecam pernyataan tidak bertanggung jawab dan tidak dewasa awal pekan ini oleh GCC yang mengatakan pembicaraan harus mengatasi kekhawatiran atas program pengayaan Teheran di samping partisipasi blok regional dalam pembicaraan.

BACA JUGA: Biden Tabuh Genderang Perang, Nyalinya Mendidih, Dunia Bergetar

“Tujuan mereka mengemukakan pernyataan seperti itu bukan untuk meminta partisipasi tetapi untuk mengganggu proses pembicaraan teknis di Wina,” kata Khatibzadeh dalam keterangannya, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (18/4/2021).

Sebelumnya, Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari perjanjian penting pada 2018 dan memberlakukan gelombang sanksi terhadap Iran yang belum dicabut.

Pembicaraan terus berlanjut di Wina dengan kelompok kerja ahli yang masih mengerjakan langkah-langkah yang perlu diambil oleh Amerika Serikat dan Iran untuk kembali ke kepatuhan penuh dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Pembicaraan di ibu kota Austria itu dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Sabtu setelah para perunding utama mengadakan beberapa pembicaraan bilateral dan multilateral sejak Rabu dalam pertemuan tatap muka putaran kedua untuk memulihkan kesepakatan.

BACA JUGA: Ledakan Mematikan Guncang Irak, Dunia Dibuat Bergetar


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING