UGM Sebut Virus Corona Varian Delta di Kudus Berbahaya

UGM Sebut Virus Corona Varian Delta di Kudus Berbahaya - GenPI.co
Ilustrasi - Petugas kesehatan menjemput pasien COVID-19 di Jakarta, Minggu (13/12/2020). (FOTO: ANTARA/Fauzan/wsj)

GenPI.co - Pokja Genetik FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan virus corona varian B.1617.2 atau delta tengah merebak di Kudus, Jawa Tengah.

Keberadaan varian ini dipastikan lewat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) Pokja Genetik FKKMK UGM.

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi mengatakan, dari 34 sampel diperiksa, 28 terkonfirmasi sebagai varian delta.

BACA JUGA:  UGM Ungkap Sebaran Covid-19 Varian Lokal Indonesia

Dari kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.

"Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun acak dan sekarang sudah jadi klaster di Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan juga ke luar Kudus," kata Gunadi seperti yang dilansir Ayoyogya.com, Senin, (14/6/2021).

BACA JUGA:  Dosen UGM Lulusan Oxford dan Harvard Ini Pernah Gagal UN

Varian delta ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) 31 Mei 2021 karena berdampak besar kesehatan global.

Varian ini memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan, daya transmisi, keparahan pasien dan pengaruh kepada sistem imun.

BACA JUGA:  Mahasiswa UGM Mulai Kuliah Tatap Muka

Gunadi menerangkan, varian delta telah terbukti menimbulkan dua dampak yaitu lebih cepat menular serta mampu mempengaruhi respons sistem imun manusia.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara