Bikin Nagih! Nikmatnya Sayur Lodeh ala Pawon Ndeso ‘Mak Martumi’

Sajian olahan khas pawon (dapur) di Warung Mak Martumi
Sajian olahan khas pawon (dapur) di Warung Mak Martumi

GenPI.co - Berkunjung ke Bumi Bung Karno, Blitar Jawa Timur jangan segan untuk mencicipi beragam kuliner khas. Jauh dari kesan mahal dan modern, rata-rata makanan disini justru menyajikan olahan khas pawon (dapur) yang memiliki cita rasa tak tertandingi.

Kali ini GenPI.co bertandang ke salah satu warung rumahan legendaris yang terletak di kawasan utara Kota. Warung ‘Mak Martumi’ adalah tujuan destinasi kuliner yang bisa jadi referensi pecinta kuliner. Warung yang telah berdiri sejak 1958 ini menawarkan hidangan pokok yang cocok untuk makan siang bersama keluarga. Menu andalannya ada sayur lodeh tewel (nangka) dan ayam lodho.

Sayur lodeh tewel menjadi paling laris di warung ini. Jika di Yogyakarta nangka diolah menjadi gudeg manis, di warung ini dimasak menjadi sayur lodeh berkuah yang sangat pedas. Selain itu, ada ayam lodho, yakni ayam berlumur bumbu yang pedas dan lezat. Tak usah kaget saat pesanan datang karena kamu akan disuguhi ingkung.

Baca juga: 

Sumpah, 4 Resep Pancake Camilan Tengah Malam Ini Gak Bikin Gendut 

Citarasa Kopi Arabika di Lereng Gunung Sindoro 

9 Menu Sarapan Pagi Enak Banget, Khusus Buat Kamu yang Mau Kurus 

Selain kedua makanan tadi, Mak Martumi juga menyajikan lodeh kikil dan ayam lodeh, lodeh rebung, bandeng lodeh, dan aneka jenis lauk mulai dari lele, tempe, tahu. Untuk menikmati makanan tersebut, harganya terbilang cukup terjangkau. Misal semangkuk sayur tewel dibanderolnya sekitar Rp7 ribu. Sedangkan nasi bisa tambah sepuasnya.

Saat kami memesan satu porsi sayur lodeh tewel, satu piring kikil, satu porsi tahu, satu porsi lele dumbo, dua nasi putih dan empat es teh hanya cukup merogoh  kocek sebesar Rp 60 ribu. Sangat murah bukan?

Menariknya di tempat makan ini, pengunjung bisa merasakan makan layaknya di rumah sendiri. Pasalnya kamu bisa langsung melihat aktivitas masak para juru masak di pawon (dapur) sang pemilik. Disini sayur tewel ditempatkan dalam ember-ember besar yang nantinya akan disajikan kepada pengunjung.

Tamu yang dianggap penghuni rumahnya bebas mengambil makanan, "Nanti setelah pembeli mau pulang baru dihitungapa saja yang di dhahar (makan)," ujar Bu Martumi. 

Maka dari itu, sebaiknya tanya dulu harga makanan sebelum memesan, sekadar untuk memastikan agar tak ada miskomunikasi.

Lokasi warung Mak Martumi ini terletak di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok Kab. Blitar. Untuk menuju lokasi ini bisa melalui jalan Ciliwung ke utara arah ke Candi Penataran dan melewati pasar Ngentak. Nanti warung ini terletak di sebelah kanan jalan dengan halaman yang cukup luas dan bentuknya seperti rumah biasa berwarna hijau.

Sejak pagi sekitar pukul 07.00 biasanya Mak Martumi sudah membuka pintu warungnya hingga pukul 20.00. Namun jika ingin melihat aktivitas masak di dapur masih dibuka hingga pukul 3 dini hari.

Simak juga video berikut


Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS