Mie Bangladesh yang Nikmat dan Gurih

Nikmat dan gurih, itulah yang pertama kali dirasakan ketika mencicipi menu kuliner khas Kota Lhokseumawe satu ini.  Mie Bangladesh, namanya.

Mie kuning berukuran besar dan panjang ini memiliki cita rasa tersendiri bagi para penikmat kuliner yang doyan masakan manis dan tidak pedas. Mie Bangladesh semakin nikmat kala dinikmati bersama emping serta sambal bawang iris dan tomat segar.

Salah satu penjual Mie Bangladesh adalah Pak Mudzir. Warungnya sendiri berlokasi di Jalan Perdagangan no. 13, Lhokseumawe.  Warung yang didirikan sejak tahun 1977 ini memiliki kualitas mie terbaik, termasuk perpaduan bumbu rempah yang diracik secara khusus dari resep turun temurun. Soal rasanya yak usah diragukan   lagi. Khas dari mie Aceh pada umumnya.

Proses memasaknya pun tidak menggunakan air,melainkan air kaldu sapi segar. Potongan daging sapi juga digunakan sebagai bahan pokok pada mie tersebut.

"Ada sedikit perbedaan antara Mie Aceh dengan Mie Bangladesh. Kalau dari bahan sama saja,yang berbeda hanya di prosesnya menggunakan bebebrapa bumbu rahasia dari keluarga " ungkap putra keempat dari pemilik Mie Bangladesh ini.

Untuk harga, Mie Bangladesh ini dijual cukup murah.  Dengan Rp20 ribu saja, kamu sudah dapat menikmati seporsi mie yang cukup besar.

"Selain murah, kualitas mie aceh ini yang kami andalkan. Orang-orang yang ke sini pun mereka yang dulunya kecil dan sekarang besar kemudian kangen dengan masakan Mie Bangladesh buatan kita," tutupnya.

Mie Bangladesh berasal dari nama sang ayah bernama Abdullah Delima Sigli.  Ia dulunya seorang penjual kaki lima  dan kini menjadi seorang pemilik warung Mie.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter