Stories: Share your traveling moment!

Jadi Logo Kota, Ikan Bandeng Sidoarjo Melegenda

Ikan Bandeng Sidoarjo. (ist)
Ikan Bandeng Sidoarjo. (ist)

Ikan Bandeng yang sering diolah menjadi ikan asap dan presto ini menjadi logo kota Sidoarjo. Jadi, kalau traveler gemar makan Bandeng jangan sampai tidak pernah ke Sidoarjo ya, minimal satu kali deh seumur hidup. Bandeng olahan Sidoarjo dikenal lebih gurih dan berbumbu serta tidak berbau tanah.

Sidoarjo telah lama dikenal sebagai kota penghasil ikan Bandeng asap dan presto, di kota ini usaha mengolah ikan Bandeng banyak terdapat di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Tanggulangin dengan desa Penatarsewu sebagai sentra terbesar usaha olahan ikan Bandeng. Rumah-rumah di desa yang terletak di tepi sungai ini memiliki cerobong untuk menyalurkan asap dari produksi ikan di rumah-rumah.

Warga mendapatkan ikan bandeng dari tambak yang ada di sekitar desa atau dari hasil melaut, namun bila permintaan meningkat kadang mereka mencari ikan sampai ke daerah Lamongan dan Gresik. Satu desa ini saja menghasilkan sekitar 11 ton ikan asap setiap harinya.

Proses pengolahan ikan Bandeng segar menjadi ikan Bandeng asap tidaklah rumit, warga cukup merendam Ikan di dalam air garam lalu diasapi di atas arang kelapa, namun arang kelapa dan ikan tidak bersentuhan, hanya asap yang mengenai ikan-ikan ini. Setelah selesai diasapi, ikan Bandeng siap dikemas dalam wadah kedap udara sehingga bisa bertahan lama, sampai berminggu-minggu setelah ikan pertama kali diasapi.

Kepopuleran ikan Bandeng di Sidoarjo membuat pengusaha Bandeng Sidoarjo sering menerima peserta magang dari provinsi lain seperti Sulawesi, Ambon, Kalimantan, dan Papua untuk belajar cara mengolah ikan.

Saking populernya dan lekatnya ikan Bandeng dan kota Sidoarjo sehingga masyarakat mengajukan HAKI dan akhirnya menerima sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorak Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI.

Traveler, makan Bandeng di Sidoarjo yuk!


Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter