Liputan Khusus

Simak 3 Jurus Bisnis Katering Saat Ramadhan

Panen Bisnis Makanan dan Minuman Saat Ramadhan
Bisnis katering melesat di bulan Ramadhan (foto: Istimewa)
Bisnis katering melesat di bulan Ramadhan (foto: Istimewa)

GenPI.co—  Selama bulan Ramadhan, permintaan masyarakat akan menu makanan sehat semakin tinggi. Banyak perusahaan atau komunitas yang memesan jasa layanan katering untuk acara buka bersama. 

Bisnis katering di berbagai tempat pun semakin banjir pesanan.

Irwan Iden Gobel, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) mengatakan untuk sektor usaha makanan dan minuman saat Ramadhan selalu ada kenaikan. Terutama untuk usaha rumah makan dan katering. 

Data APJI tahun 2017-2018 ada kenaikan sekitar 9%-10%. Sedangkan 2018-2019 sebesar 12 persen.

Baca juga:

Menggoda Selera, Sahur dengan Jengkol Rasanya Bagaimana Ya?

Hari Ibu, Yuk Masak Ayam Tim untuk Sahur

“Kalau untuk katering lebih ke nasi boks, demand-nya bukan main saat Ramadhan. Selain untuk perusahaan, rata-rata nasi boks sangat ramai untuk event bakti sosial di minggu ke empat,” ujar Iden Gobel saat berbincang kepada GenPI.co baru-baru ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk para pelaku usaha bisnis katering perlu memperhatikan tiga  kiat khusus agar bisa panen omzet kala Ramadhan. Apa saja itu?

Variasi Menu dan Penampilan Menarik

Menurut Iden, tradisi saat buka bersama yang terpenting adalah variasi menu dan tampilan. 

Terutama untuk katering yang sifatnya insidentil, paling tidak harus memberikan penampilan yang menarik saat presentasi. Misalnya menu makanan yang menyuguhkan snack tradisional, seperti pisang goreng dengan berbagai varian topping dan olahan.

“Dari segi penampilan makanan juga penting. Kalau dulu tradisional sekarang misal dibuat kuningan, besok kaca apa segala macam. Presentasi itu menjadi daya tarik,” jelasnya.

Mengikuti Tren Digital

Selanjutnya penting bagi para pelaku usaha untuk mengikuti inovasi digital. terlebih dengan adanya sosial media, maka harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Untuk itu perlu untuk memahami mix and match makanan, lalu set up menu makanan, bagaimana menampilkan fotonya, dan melakukan promosi lewat sosial media.

“Kita harus punya standardisasi, sekarang orang lebih aware sama makanan sehat.

Contoh nasi boks, kardus, alat makan dan tata letak makanan itu harus menimbulkan ketertarikan. Itu yang menaikkan sales makanan,” terangnya.

Standarisasi Gizi dan Nutrisi

Iden mengatakan saat ini pelaku usaha katering sudah mulai menyertakan ingredients atau komposisi bahan makanan ke dalam nasi boks. 

Di dalamnya meliputi nilai gizi dan kalori setiap lauk pauk dan sayuran. Hal ini dirasa perlu dilakukan jika ingin semakin dilirik oleh konsumen.

“Industri makanan dan minuman yang berkembang di Indonesia sekarang sudah mengarah ke hygen dan sanitasi,” tandasnya.

Bagaimana, tertarik bisnis katering saat Ramadhan ini?


Tonton juga video ini:


Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER