Liputan Khusus

Mudik, Harga Mati Demi Menatap Keluarga

Demi Menatap Keluarga
Mudik, Harga Mati Demi Menatap Keluarga

GenPI.co - Momen mudik lebaran makin menyenangkan apabila bisa mengajak sang buah hati untuk berkunjung ke kampung halaman orang tua. 

Beragam cara dilakukan masyarakat untuk dapat sampai ke kampung halaman, mulai dengan naik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. 

Sebuah keluarga ini telah bertahun-tahun memilih untuk menempuh perjalanan Jakarta - Solo dengan menggunakan kendaraan mobil roda 4 di setiap momen mudik. Itu yang dilakukan Arief Riswanto saat mudik ke daerah asalnya di Solo, Jawa Tengah. Bersama sang istri, Marmi dan ketiga anaknya, ia memilih mengendarai mobil pribadi dengan waktu tempuh 12 jam.

Saat GenPI.co bertandang di kediamannya di kawasan Bekasi Utara, pria yang telah bertahun-tahun menetap dan bekerja di ibu kota ini tengah melakukan persiapan matang sebelum berangkat mudik. Terlebih ia akan berada di kampung halaman selama 10 hari.

“Tujuan awal kita ke Solo dulu sebentar nanti baru kita lanjut ke Ngawi ke tempat istri saya. Rencana kita akan mudik kisaran 10 hari alhamdulillah persiapan Insyaallah 100% siap tinggal berangkat aja,” ucap Arief sesaat sebelum berangkat mudik pada Jumat (31/5) malam.

Persiapan matang 

Arief terlihat kompak dengan istri beserta anaknya menyiapkan segala sesuatu yang hendak dibawa saat mudik. Jauh hari sebelumnya ia telah membawa mobilnya untuk service di bengkel resmi. Segala spare part dan body mobil dilakukan pengecekan agar prima digunakan saat mudik.

“Untuk kendaraan itu yang utama kami prepare sebelum puasa. Semuanya kita pasrahkan ke mekanik berikut ban-ban dan semua semuanya Insya Allah udah aman,” sambung Marmi, sang istri.

Persiapan selanjutnya yang tak kalah penting adalah perbekalan yang cukup. Baik makanan dan minuman dipastikan benar-benar harus full, sehingga saat terjadi kemacetan tidak perlu lagi bingung turun dan mencari warung makan. 

Untuk makanan ia selalu membawa camilan ringan, berupa snack, kue kering buah-buahan dan tak lupa makanan berat.

Selain perbekalan makanan, Marmi selalu rajin melakukan pengecekan terhadap barang bawaan anggota keluarganya. Termasuk seragam lebaran yang nantinya dipakai saat bertemu keluarga besar di Solo dan Ngawi. Disamping persiapan lain seperti obat-obatan dan uang.

Tradisi mudik keluarga Arief ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Mengaca dari pengalaman sebelumnya, Arief sebagai kepala keluarga sekaligus sopir juga menyiapkan fisiknya agar tetap fit saat diperjalanan. 

“Selain drivernya , kita menjaga kendaraan juga, jadi dari sini ke Solo minimal dua kali istirahat itu untuk mengistirahatkan kendaraan biar nggak terlalu panas,” terangnya.

Setiap kali berhenti di rest area, ia juga selalu rajin mengecek kondisi mobil seperti membuka kap depan untuk cek air radiator. Tahun ini ia yakin kondisi lalu lintas akan lebih lancar dari tahun sebelumnya. Terlebih dengan akses Tol Trans Jawa, Semarang-Salatiga-Solo-Ngawi akan mempercepat laju kendaraan.

“Sudah saya lihat lewat TV dan media yang lain. Kayaknya sudah serius dipersiapkan sih (jalan tol) mudah-mudahan semuanya lancar selamat sampai tujuan,” ungkapnya.

Mudik, Harga Mati Demi Menatap Keluarga
Arief dan keluarga bersiap mudik dari Bekasi dengan tujuan Solo, Jawa Tengah, menggunakan kendaraan pribadi roda empat.

Momen mudik adalah harga mati menatap keluarga

Kini tiba saatnya bagi keluarga Arief untuk berangkat mudik dan menikmati waktu berkumpul bersama keluarganya di Solo dan Ngawi. Momen lebaran di rumah orang tua, baginya adalah harga mati yang tak dapat ditukar dengan apapun. 

Terlebih kedua orangtuanya masih utuh dan menjadi kewajiban bagi sang anak untuk bersilaturahmi. “Mumpung kita masih punya orang tua dan dikasih waktu masih bisa memeluk orang tua. Istilahnya ganti momong orang tualah jadi waktunya pas untuk mudik di momen lebaran, hari spesial,” tutup Arief.

Tak hanya Arief sekeluarga yang merasakan hal ini, jutaan masyarakat Indonesia juga melakukan mudik. Ada yang mudik dengan melakukan perjalanan menggunakan motor, bus,  kereta, pesawat, hingga kapal laut. 

Baca juga:

Konsumsi Obat Anti Mabuk Saat Mudik Idul Fitri? Mual Makin Parah!

Rumah Tetap Aman saat Ditinggal Mudik, Jangan Lupa Periksa Ini!

Semua demi satu tujuan, yakni untuk mudik, yang dianggap memiliki makna sebuah momen untuk menatap keluarga di hari raya. Simak informasi seputa kabar mudik, dalam liputan khusus GenPI.co edisi pekan ini, 'Demi Menatap Keluarga'.


Simak juga video ini:


Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER