Liputan Khusus

Maskapai Asing Masuk ke Indonesia, Woles yang Penting Tiket Murah

Maskapai China Airlines sempat heboh di Bandara Soetta. (ist)
Maskapai China Airlines sempat heboh di Bandara Soetta. (ist)

GenPI.co - Wacana Pemerintah yang akan mengundang maskapai penerbangan asing untuk masuk ke Indonesia rupanya dianggap sebuah hal baik oleh beberapa masyarakat. Satu diantaranya, Diana  (26) yang mengaku tidak masalah dengan datangnya maskapai asing demi mewujudkan murahnya harga tiket Pesawat.

"Ya enggak apa-apa, Santai aja enggak masalah mau maskapai asing, yang penting buat tiket Pesawat jadi murah," ujarnya kepada GenPI.co pekan lalu.

Bahkan ia tidak khawatir lantaran maskapai asing dinilainya bagus, sehingga lebih aman dibanding maskapai Indonesia. "Mau cinta produk Indonesia, tapi kalau mahal ya gimana?" serunya.  

Disisi lain, Pengamat Penerbangan Alvin Lie justru menilai wacana pemerintah tersebut tidak tepat karena tidak akan menyelesaikan persoalan penerbangan terutama terkait naiknya tarif Pesawat.

BACA JUGA: Penyebab Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal dari Internasional

"Jika Pemerintah tidak puas atau kecewa terhadap kondisi transportasi udara saat ini, seharusnya langkah yang diambil adalah introspeksi dan berbenah ke dalam perusahaan, bukan mengundang pihak luar untuk masuk," melansir dari Antara.

Menurut Alvin, kalaupun saat ini konsumen merasakan harga tiket mahal itu karena biaya operasi airlines naik melampaui pertumbuhan daya beli sejak 2014. Terlebih nilai tukar rupiah juga menurun dibanding dibanding tahun 2014.

Kondisi ini juga tidak lepas dari kebijakan transportasi udara selama ini dimana tarif batas atas (TBA) tidak pernah ditinjau dan disesuaikan sejak 2014, sementara biaya operasi terus naik. Sama halnya dengan tarif batas bawah (TBB) juga tidak pernah ditinjau sejak 2016.

Wacana mengundang pemain asing dalam industri penerbangan juga tidak sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun tentang Penerbangan dan Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2016 tentang Bidang Usaha yang tertutup dan terbuka di bidang penanaman modal.

Selanjutnya, sesuai azas cabotage dan UU No. 1 Tahun 2009, kepemilikan saham asing dalam perusahaan yang bergerak dalam bisnis Angkutan Udara maksimum kepemilikan 49 persen.

Reporter : Winento

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER