Liputan Khusus

Sudah Zonasi, Popularitas SMA Favorit di Jakarta Tetap Melesat

Jeritan Kisruh PPDB Berbasis Zonasi
SMAN 78 Jakarta masih menjadi sekolah favorit meski sudah diberlakukan sistem zonasi (Sumber foto: SMA 78)
SMAN 78 Jakarta masih menjadi sekolah favorit meski sudah diberlakukan sistem zonasi (Sumber foto: SMA 78)

GenPI.co – Berbeda kisruh sistem zonasi di berbagai daerah di Indonesia, SMA negeri di Jakarta justru terlihat lebih santai menghadapi sistem baru ini. Kebijakan zonasi di Jakarta memang baru diterapkan 2 tahun terakhir, jika sebelumnya terbatas wilayah kecamatan, tahun ini dipersempit menjadi tingkat kelurahan. Sepeti yang terjadi di SMA 78, yang merupakan sekolah favorit di Jakarta Barat.

Dijelaskan Zaenuddin, Wakasek Kesiswaan SMA 78 Jakarta adapun zonasi tahun ini mencakup 22 kelurahan dari 6 kecamatan di wilayah Jakarta Barat.  Terkait dengan sistem zonasi, tak menyurutkan para siswa untuk mendaftar. Terbukti pada hari pertama saja, SMA yang terletak di daerah Kemanggisan ini menerima sekitar 691 pengajuan token.

“Jadi di masyarakat kita susah menghilangkan image sekolah favorit, walaupun pemerintah ingin menghilangkan itu untuk pemerataan mutu pendidikan,” ujar Zaennuddin kepada GenPI.co beberapa waktu lalu.

Khusus di SMA 78, lanjutnya jalur pendaftaran pada PPDB (penerimaan peserta didik baru) memberikan porsi cukup beragam dan memenuhi azaz keadilan. Selain jalur zonasi dengan kuota 80 persen, adapula zonasi afirmasi (pemegang kartu Jakarta pintar, kartu pekerja Jakarta, Inklusi) sebanyak 20 persen. Ada pula jalur non zonasi (luar wilayah) dengan kuota 80 persen dan non zonasi afirmasi 20 persen.

Tak hanya itu, SMA 78 juga membuka kesempatan untuk jalur prestasi dan warga luar DKI namun dengan porsi yang terbatas. Secara lebih rinci, Zaenuddin menyebut kuota jalur zonasi untuk kelas MIPA sebanyak 147 siswa, IPS 38 siswa, Bahasa 17 siswa. Sedangkan jalur zonasi afirmasi, MIPA 33 siswa, IPS 8 siswa dan Bahasa 4 siswa.

Baca juga:

Ditolak SMPN Impian Karena Sistem Zonasi, Siswa Bakar 15 Piagam

Mendikbud Nilai Sistem Zonasi PPDB Lebih Adil, Ini Penjelasannya

Sementara itu, jalur non zonasi dengan kelas MIPA sebanyak 63 siswa, IPS 16 siswa, dan Bahasa 9 siswa. Untuk non zonasi afirmasi MIPA sebanyak 16 siswa, IPS 4 siswa dan Bahasa 6 siswa. 

Porsi yang lebih sedikit juga diberikan untuk jalur prestasi, dimana MIPA 14 siswa, IPS 3 siswa dan Bahasa 2 siswa. Terakhir untuk warga luar DKI dengan porsi MIPA 14 siswa, IPS 3 siswa dan Bahasa 1 siswa. “Total 396 orang yang kita terima dengan rincian MIPA 288 siswa, IPS 72, dan Bahasa 36,” sebut Zaenuddin.

Dengan adanya sistem zonasi ini, pihaknya yakin bisa memberikan rasa keadilan secara merata kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan. “Sistem zonasi ini bisa membantu masyarakat mendapatkan sekolah di sekitar tempat tinggalnya dan juga untuk penyebaran masyarakat bagi yang membutuhkan sekolah favorit,” pungkasnya.


Simak juga video ini:


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER