Liputan Khusus

Galakkan Minat Baca, Perpustakaan Nasional Gelar ini

Indonesia Darurat Literasi
Perpustakaan Nasional. (Foto: Kompas.com)
Perpustakaan Nasional. (Foto: Kompas.com)

GenPI.co – Pepustakaan Nasional giat menggelar Safari Minat Baca. Kegiatan ini untuk mendongkrak minat baca generasi millennial Indonesia. Gerakan ini juga strategis untuk mendukung ketersediaan akses buku bacaan yang memadai di berbagai daerah di Indonesia. Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kepala layanan buku langka Perpustakaan Nasional, Yeri Nurita mengatakan sudah sejak beberapa tahun belakangan ini perpustakaan nasional dengan dukungan pemerintah daerah di seluruh indonesia, gencar melakukan safari minat baca. Program ini memberdayakan sejumlah pustakawan-pustakawan yang ada di perpusnas untuk terjun sampai ke tingkat kabupaten/kota dalam melakukan pengenalan terhadap Perpustakaan Nasional.

“Salah satu kegiatannya kita hadirkan talkshow jadi ada pembicara dari anggota legislatif kemudian dari pejabat perusahaan nasional dan pustakawan. Mereka bersinergi untuk menekankan kepda masyarakat bahwa minat baca itu penting dan mudah di jaman sekarang,” ungkap Yeri saaat berbincang dengan GenPI.co belum  lama ini.

Baca juga: Fasilitas Ini yang Membuat Perpustakaan Nasional Tak Pernah Sepi 

Selanjutnya, sistematika ini berjalan dengan arahan pustakawan yang bertugas di daerah tersebut. Mereka  diterjunkan untuk mengenalkan berbagai program seperti e-pusnas dan  e-resource sebagai inovasi baru yang bisa dimanfaatkan. Program ini memudahkan para pembaca di setiap daerah untuk mengakses buku perpustakaan via digital.

Selain itu, lewat gerakan safari ini  Perpusnas juga memberikan sejumlah bantuan buku. Buku-buku ini akan diserahterimakan ke berbagai lokasi baca, seperti taman-taman bacaan, komunitas hingga perpustakaan daerah. Hingga saat ini, bantuan buku ini telah menyentuh daerah-daerah terpencil.

“Bahkan kepala perpusnas juga membantu menyumbang sepeda motor yang sudah dimodifikasi yang kanan kirinya bisa buat naruh buku. Jadi bisa untuk mobile kemana-mana. Itu sudah terjadi di taman bacaan seperti di Semarang,” imbuh Yeri

Sejauh program ini berjalan, menurut Yeri animo para pembaca khususnya di daerah terpencil sangat tinggi. Hingga saat ini pihaknya terus melakukan pembinaaan dan pengawasan terhadap koleksi buku-buku di daerah. Penambahan buku terbaru juga rutin diberikan agar masyarakat Indonesia dapat menikmati buku bacaan secara merata.

Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER