Intip Amenitas, Atraksi dan Akomodasi Serba Halal Lombok

Grand Madani Hotel yang tidak menerima penghuni menginap berpasangan yang belum menikah
Grand Madani Hotel yang tidak menerima penghuni menginap berpasangan yang belum menikah

GenPI.co -- Lombok tahun ini kembali meraih penghargaan destinasi wisata halal, bahkan di peringkat teratas dari 10 besar destinasi wisata halal terbaik Indonesia. Sejalan dengan itu, standar 3 A – Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas, Lombok terus berbenah. Untuk liburan terdekatmu yang menyenangkan ke Lombok, Genpi Co akan update fasilitas-fasilitas tersebut di ulasan berikut.

Weekend Escape To Gili Trawangan Lombok

Kalian yang datangi Lombok melalui udara, akan datang melalui Bandara Internasional Lombok (BIL, dengan kode IATA ‘LOP’). Bandara ini tepatnya berada di kabupaten Lombok Tengah. Jadi, jika kalian sedang terbang di hari yang cerah, jangan sampai lupa menengok ke arah utara, siluet Gunung Rinjani akan tampak dengan indah. Di sisi selatan, pemandangan serba biru sudah mulai terlihat. Garis pantai panjang di Teluk Kuta, adalah juga rumah dari beberapa pantai selatan Lombok yang cantik. Di antaranya Pantai Mandalika (sekaligus pusat dari KEK Mandalika), Pantai Seger (venue Festival Bau Nyale lalu), serta Pantai Tanjung Aan (pantai yang dekat dengan spot Batu Payung). Di ambang pagi atau petang, saat sinar mentari cukup hangat dan memungkinkan kalian bisa memandang lebih terang, kubah-kubah masjid besar bahkan bisa tampak dari dalam pesawat.

Saat sudah mulai keluar dari kompleks bandara, masjid-masjid inilah yang kemudian hampir selalu ada di setiap ruas jalan-jalan utama Lombok.

Intip Amenitas, Atraksi dan Akomodasi Serba Halal Lombok
Gili Trawangan

Tak hanya melalui udara, Gili Trawangan yang berada di sisi utara Lombok (kabupaten Lombok Utara), juga bisa diakses melalui moda transportasi laut. Dua pelabuhan laut utama berada di sisi barat dan timur. Tepatnya, pelabuhan laut Lembar di Lombok Barat, serta pelabuhan laut Kayangan di Lombok Timur. Di samping dua pelabuhan laut utama ini, beberapa dermaga tersedia di banyak tempat di sisi barat Lombok.

Di Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air), masing-masing terdapat satu dermaga jetty. Jasa penyeberangan publik, privat dan speed boat tersedia lengkap. Layanan ini juga dibuka sepanjang hari. Bahkan, khusus penyeberangan laut publik, melayani dari jam 7 pagi WITA sampai pukul 5 sore. Hotel-hotel berbintang empat ke atas, bahkan sediakan pula layanan penyeberangan privat menggunakan speed boat. Khusus yang ini, waktu tempuh di kisaran sepuluh menit, dibanding perahu publik yang bisa sampai dua puluh menit lebih. 

Waktu bisa menjadi lebih lama, terutama saat ombak sedang tinggi. Dua pilihan transportasi di atas untuk kalian yang datang berkunjung dari luar Lombok. Untuk yang sudah sampai di Lombok, pilihan transportasi juga tersedia lengkap. Meski layanan ojol lebih banyak (dan pemesanan via aplikasi lebih sering diambil) di pusat kota Mataram, namun ada beberapa layanan yang bersedia mengantarkan tour singkat. 

Kalian ingin eksplorasi Lombok dengan cara lebih seru? Sewalah motor. Kisaran harga sewa motor bervariasi. Motor- motor matic keluaran terbaru, disewakan di kisaran harga mulai dari 85 K idr. Untuk mobil, meski sangat jarang yang bisa memberikan sewa lepas kunci (tanpa driver), kisaran harga mulai dari 350 K idr per hari, tergantung jenis mobil.

Lombok Juga Miliki Hotel Syariah

Eksis sebagai destinasi dengan serangkaian penghargaan, nyatanya hanya baru ada satu hotel yang gunakan konsep syariah. Hotel ini berada sangat dekat dengan kompleks Islamic Center, Mataram, yaitu Hotel Grand Madani.

Sopian Hadi, staf manajerial Hotel Grand Madani, menjelaskan, “Awalnya kita tidak sediakan kamar mbak. Namun, sejak banyak permintaan, mulai tahun 2016 lalu akhirnya kita bangun dan menambah jumlah kamar sampai sekitar 53 Tapi, konsep syariah sendiri sudah langsung diterapkan sejak awal.”

Konsep yang mengejawantah hampir di semua sudut hotel. Penamaan-penamaan objek yang kental bernuansa Islam. Musik-musik pengiring yang juga islami, bahkan, satu mushola luas disediakan di lantai dua. Di mana pintu masuk lelaki dan perempuan dibedakan serta hijab pemisah pula di dalam musholla. Papan pesan besar bahkan diletakkan di meja resepsionis. Tulisan ‘Mohon Maaf Kami Tidak Menyediakan Kamar Untuk Pasangan Bukan Mahrom’ terbaca jelas.

Intip Amenitas, Atraksi dan Akomodasi Serba Halal Lombok
Penanda Qiblat dan AlQuran di Grand Madani

Jika Grand Madani sudah eksis sebagai hotel syariah, beberapa hotel lain, baik di kota Mataram juga di pantai Senggigi terapkan juga konsep halal. Di kota Mataram, sebagian besar hotel kota seperti Golden Palace, Santika atau Lombok Raya, telah lama sediakan mushola nan lapang. Di samping itu, penanda qiblat di semua jenis kamar juga tersedia. Di kawasan pantai Senggigi, ada Aruna Resort and Convention yang selain penanda qiblat, juga sediakan sajadah dan Al-Qur’an. Hotel-hotel ini juga telah menjamin kuliner yang mereka sajikan sudah halal. “Saat ini kami sedang menunggu proses pengurusan sertifikasi halal kami selesai. Nantinya,

sertifikat halal tersebut akan dipajang, jadi para tamu hotel bisa semakin yakin bahwa penerapan konsep halal di layanan hotel kami sudah resmi, “ jelas Weni Kristanti, General Manager Aruna Resort and Convention.

Penegasan di atas disampaikan di sela menemani para undangan media, di event Media Gathering Menu Iftar resort ini.

Terpisah, dua bule asal Belanda mengaku tidak pernah mendengar atau membaca tentang konsep pariwisata halal. Dua gadis cantik ini, Anna dan Coosje, mendatangi Lombok karena ingin menikmati langsung pesona keindahan alamnya.

“Saya tidak pernah mendengar tentang pariwisata halal. Tapi, di kota kami, kami ada beberapa teman muslim. Dan mereka orang-orang yang baik dan hubungan kami juga sama baiknya,” urai Anna sambil penuh senyum. Anna dan Coosje akan habiskan tiga hari dua malam, mengeksplorasi Lombok.

Jika di pantai Senggigi, pasangan trip seperti Anna dan Coosje memang tidak sepadat tamu mancanegara di Gili Trawangan (dua spot terpisah, di Lombok Barat dan di Lombok Utara).

Namun, standar layanan keseharian warga Lombok yang lekat dengan nuansa islami, tentunya memberikan kesan tersendiri.

Tantangan selanjutnya, bagaimana mensinergikan tanggung jawab dari sekian banyak penghargaan wisata halal yang telah diraih, disejajarkan dengan keseharian islami masyarakat Lombok. Untuk kemudian, mewujud di bentuk layanan berbasis 3 A (Akses, Atraksi dan Amenitas) di batasan seideal mungkin dari pasal-pasal di perda halal.

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER