Ranoh Island, Mewah dan Bikin Betah

Oleh: Landy Primasiwi

Ranoh Island di kepulauan Riau menawarkan liburan mewah yang membuat saya betah dan hampir lupa kalau sedang kerja
Ranoh Island di kepulauan Riau menawarkan liburan mewah yang membuat saya betah dan hampir lupa kalau sedang kerja

"Jelajahi  Indonesia selagi masih muda.  " Begitu nasehat dari ayah saya suatu ketika. Nasehat tersebut terpatri dalam benak dan seolah salalu membuka peluang-peluang bagi saya untuk   bepergian kemana saja di pulau-pulau Nusantara ini.

Belum lama ini saya kembali diberi kesempatan melancong sambil bekerja. Kali ini, tempat yang dituju adalah Provinsi kepulauan Riau. 

Saya memimpin sebuah tim produksi untuk program Destinasi VIP yang tayang di GenPI.co.  Bersama saya ada  Zetta Panggey sebagai host, Asep Wahyudin dan Rizal Kriswantoro sebagai cameramen, serta Sadaam yang menjadi unit keuangan. 

Pertama kali menginjakkan kaki di kepulauan Riau, saya langsung terpana. Bagaimana tidak, wilayah itu memiliki langit biru yang indah. Pada bentangan maha luas itu tampak selaput tipis awan laiknya kapas . Sementara lautnya menjadi cermin yang sempurna bagi birunya langit. Indah sekali. 

Ranoh Island, Mewah dan Bikin BetahIndahnya Ranoh Island dengan pohon-pohon kelapa yang tumbuh tinggi menjulang.

Namun rupanya itu belum seberapa. Rasa kagum saya semakin membuncah tatkala mengunjungi Ranoh Island  yang menjadi lokasi liputan untuk program kami itu. 

Sebelumnya saya pernah diberitahu orang tentang Ranoh Island yang mempesona. Rasa penasaran membuat saya menelisik gambar-gambarnya di mesin pencari Google. Terlihat indah. Tapi seindah apa sih?

Kami berangkat ke pulau mewah itu dari pelabuhan Labun di Pulau Galang, Kota Batam. Dari Tanjung Pinang, kami harus menempuh perjalanan 2 jam menuju pelabuhan itu. Lelah, memang, namun langsung sirna ketika sudah berada di atas kapal motor menuju Ranoh island. Pasalnya selama 40 menit perjalanan laut, kami dimanjakan dengan birunya air laut dengan gradasi sempurna dari biru muda ke biru tua. 

Kami semakin semangat ketika pulau itu mulai tampak dari kejauhan. Benar kata orang, Ranoh Island ini memang istimewa. Tiba di pulau itu, kami disambut dengan deretan pohon kelapa yang tumbuh menjulang seolah hendak menggapai langit. Sementara pasir putih yang mengkilat lagi lembut, tampak sayang untuk diinjak. 

Ternyata indah sekali, begitu batin saya kala itu.

Ranoh Island, Mewah dan Bikin BetahFoto dari drone milik Rizal sebelum benda itu meluncur ke dalam laut.

Kehadiran kami disambut dengan ramah oleh pengelola pulau. Kami diberi ‘welcome drink’ berupa air kelapa yang  seketika mengguyur tenggorokan yang dahaga akibat cuaca panas. Seorang petugas lalu dengan ramah namun lugas mengajak saya dan tim Destinasi VIP untuk melihat-lihat fasilitas yang disediakan Ranoh Island. 

Sebagai pulau privat, Ranoh memang menawarkan kemewahan yang begitu memanjakan pengunjung. Nuansa bahari-nya kental. Bagi pengunjung disediakan tenda-tenda di tepi pantai untuk menginap. Tenda-tenda ini menyuguhkan konsep glamping dengan  pelayanan  ala bintang 5. 

Beberapa waktu berada di Ranoh Island, kami seketika betah dan ingin bermalas-malasan saja.  Namun saya sadar, kunjungan kami bukan sekadar berlibur. Maka mulailah kami mendokumentasikan segala keindahan di Pulau itu. Zetta, sang host, dengan   gaya  khas millennial menjelaskan keindahan Ranoh Island. Seru sekali rasanya, hingga terjadi sebuah peristiwa tak mengenakkan ketika sedang snorkeling.

Salah satu gear yang kami pakai untuk syuting di program ini adalah sebuah drone. Saat syuting  selesai, drone ini hendak didaratkan. Namun lantaran syuting dilakukan di lepas pantai, drone tersebut harus mendarat di perahu. Di sini lah tragedi terjadi, gelombang menggeser perahu ketika drone sedang turun sehingga membuatnya masuk ke dalam laut. Byur!!

Kejadian itu membuat kami semua panik. Rizal, sang pemilik drone dengan spontan terjun ke laut untuk menyelamatkan barang kesayangannya itu. Benda itu bisa diambil dari air, namun belakangan tak bisa berfungsi lagi. 

Kami kembali menepi ke pantai dengan muram. Saya yang memimpin tim tentu saja yang paling merasa bersalah. Namun lantaran melihat Rizal yang tenang – entah apa yang ia rasakan saat itu – saya pun kembali menyemangati diri saya. Liputan ini jangan sampai gagal, begitu batin saya. 

Walau merasa galau, kami tetap melanjutkan rundown kegiatan yang sudah saya susun sebelumnya. Liputan itu pun dapat diselesaikan dengan baik dan dapat disaksikan di GenPI.co, baik di website maupun di kanal youtube-nya. 

Terlepas dari peristiwa itu, semua anggota tim mengamini keindahan Ranoh island. Mereka semua senang karena berkesempatan mengunjungi pulau tersebut. Mungkin saja dalam hati masing-masing ada keinginan kembali ke tempat ini menikmati liburan yang sesungguhnya. 

Setiap Destinasi wisata memiliki keunikan tersendiri bagi para penikmat liburan. Bagi saya, mengunjungi Ranoh Island merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Itu sebabnya saya bagikan pengalaman itu dalam sepenggal kisah ini.

Bagaimana dengan kamu, punya pengalaman liburan yang menyenangkan?


Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER