Buka Perdana, Pasar Jadul Ahad Legi Diserbu Pengunjung

Seorang pedagang tenhah melayani pengunjung di Pasar Jadul Ahad Legi, Minggu (30/6).
Seorang pedagang tenhah melayani pengunjung di Pasar Jadul Ahad Legi, Minggu (30/6).

GenPI.co - Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sudah punya destinasi digital. Namanya pasar Jadul Ahad Legi. Pasar digital ini resmi dibuka oleh kepala dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga Kabupaten Ngawi, Rachmad Didik Purwanto, Minggu (30/6).

Pembukaan pertama pasar yang  berlokasi di Taman Wisata tawun, desa Tawun, kecamatan Kasreman, ini berhasil mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar. Tercatat 5000 orang datang untuk merasakan suasana baru iitu. 

Rahmad Didik Purwanto, mengatakan keberadaan Pasar Jadul Ahad Legi ini bisa memberi kontribusi terhadap angka kunjungan wisata yang ada di Kabupaten Ngawi. Selain itu, Pasar Jadul Ahad Legi ini juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di kabupaten Ngawi.

Baca juga:

Pasar Jadul Ahad Legi, Destinasi Digital di Kabupaten Ngawi 

Parade Run Meriahkan Semargres 2019 

Begini Aksi Anies Baswedan Tunggangi Reog Ponorogo di Jakarnaval 

Buka Perdana, Pasar Jadul Ahad Legi Diserbu PengunjungPengunjung antusias jajan di Pasar Jadul Ahad Legi

Ia mengatakan, Pasar Jadul ini menjual makanan tradisional khas Kabupaten Ngawi. Di awal buka mulai hari ini sudah ada 29 Penjualan berbagai makanan.

“Yang jualan di pasar Jadul ini, kebanyakan yang jualan warga sekitar TawuniMereka menjual  makanan tradisional  seperti kicak, getuk, serabi, pecel, dan masakan lainny termasuk Dawet juga ada,” terang Didik.

Sebagaimana namanya, destinasi wisata ini buka saban Ahad (Minggu) Legi atau tiap 35 hari sekali. Itu berarti pasar ini akan buka lagi baru pada 4 Agustus 2019. “Kami mohon agar sekitar kabupaten Ngawi dan sekitarnya untuk dikabarkan bahwa kabupaten Ngawi mempunyai destinasi baru dan menarik yakni pasar Jadul,” pintah Didik.

Gradis salah satu pengelola pasar Jadul Ahad Legi mengatakan, pihaknya tidak menyangka jika antusiasme masyarakat sangat besar pada pembukaan perdana ini. Dari 5000 pengunjung yang hadir, banyak yang tidak kebagian jajanan. 

“Ini menjadi salah satu masukan bagi kami yang mengelola pasar agar kedepan untuk menambah menu kuliner atau pedagang di pasar Jadul ini,” ucap Gradis.

Ditambahkannya, omset  pada gelaran perdana itu mencapai Rp6 juta dengan margin error sekitar Rp1 juta. “Ke depan akan kami perbaiki dan kalau ada kekurangan akan segera kami rapatkan sama teman-teman pasar terkait masukan dari pengunjung,” terangnya.

Kehadiran Pasar jadul menjadi berkah bagi Sukini, warga setempat. Menjual jagung, serabi , gembili dan lainnya, ia mendapatkan penghadilan tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 

“Alhamudillah laku jualannya. Saya padahl stok banyak, tapi belum jam 12 sudah ludes semuanya,” tutur Sukini.

Simak juga video menarik berikut


RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER