Pasar Cikundul, Warna Baru Pariwisata Sukabumi

Destinasi digital milik GenPI Sukabumi, Pasar Cikundul, resmi meluncur, Minggu (9/9). Kegiatannya meriah. Banyak komunitas yang ikut meramaikan pasar yang berlokasi Taman Pemandian Air Panas Cikundul, Sukabumi.

"Ini membuktikan keseriusan semua pihak untuk mendorong adanya destinasi baru termasuk destinasi digital Pasar Cikundul ini. Terlebih Kota Sukabumi tidak banyak mempunyai destinasi wisata terutama wisata alam," ungkap Pj Walikota Sukabumi Dady Iskandar saat meluncurkan Pasar Cikundul

Tercatat ada 25 komunitas yang hadir dalam lauching ini. Sebagian komunitas, memperlihatkan kebolehannya. Sajiannya beragam.

Ada atraksi bela diri. Seperti pencak silat, dan ibing pencak. Atraksi yang terakhir disebut ini, rupanya paling dinantikan pengunjung. Karena, sangat khas Sukabumi.

Ibing pencak adalah silat seni. Atau, bukan silat nomor pertandingan. Karena berada di Sukabumi, pesilat ibing pencak lebih banyak menampilkan gerakan seni khas Sukabumi.

Selain itu, ada juga penampilan para penari Jaipong, Saung Dongeng, Panahan dan Live Sketch.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh seluruh pihak yang sudah mendukung Pasar Cikundul. Baik itu Kemenpar, pemerintah daerah serta para komunitas Kesukabumian yang sudah hadir serta pengunjung lainnya. Kini Pasar Cikundul hadir memberikan warna baru pariwisata Sukabumi," ujar Juragan Pasar Cikundul Agus Rustiawandi, Minggu (9/9).

Pasar Cikundul menghadirkan gaya kekinian yang dipadukan dengan nuansa kearifan lokal. Ada  15 lapak penjual dengan 30 lebih jenis produk. Produknya pun cukup beragam, dari mulai makanan, minuman, hingga aksesoris tradisional.

Berbagai makanan dan minuman khas Sukabumi pun dapat ditemukan di Pasar Cikundul. Ada Moci, Surabi, Peyeum, Bubur Ayam, Jala Ketan Galendo, Enye, Nasi Liwet, hingga Bandrek dan Bajigur ada disana. Harganya dijamin murah. Rata-rata berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

Layaknya destinasi digital lain, transaksi yang dilakukan tidak menggunakan uang tunai. Gantinya koin kayu sebagai alat pembelian. Nominalnya juga senilai Rp 5.000 dan Rp 10.000.               

Respons positif ditunjukkan para penjual di Pasar Cikundul. Dari 30 produk yang dijual, produk yang paling laku adalah Cireng, Liwet dan Gulali. Ketiga produk ini mendapatkan omzet hampir 40 % dari omzet keseluruhan.

"Ramai kang. Untungnya lumayan. Alhamdulillah bisa buat tambah-tambah uang dapur," ungkap Ela pedagang Nasi Liwet di Pasar CIkundul

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS