Selamat, Sumbawa Barat Kini Punya Destinasi Digital

Destinasi Digital Pasar JanTop, Sumbawa Barat, NTB.
Destinasi Digital Pasar JanTop, Sumbawa Barat, NTB.

Ada kabar gembira dari Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebuah destinasi digital sudah hadir di kabupaten itu. Namanya Pasar JanTop. Tempat hangout kekinian tersebut  berlokasi di Ai Bua, Dusun Mongal, Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat.

"JanTop merupakan kependekan kata dari Jaminan Top. Sebuah destinasi digital dan Pasar Kuliner Jaman Now Pertama di Kabupaten Sumbawa Barat. Destinasi ini merupakan binaan langsung Kementerian Pariwisata Indonesia melalui Generasi Pesona Indonesia (GenPI)," ujar Juragan Pasar JanTop Dudi Hermansyah, Senin (8/10)

Pasar JanTop merupakan tempat yang pas buat kaum milenial untuk melewati weekend. Pasar ini buka setiap Minggu sore. Pukul 15.00 hingga pukul 19.00 WIT. Destinasinya super lengkap. Mau wisata kuliner sudah pasti ada. 

Pasar ini menyajikan kuliner-kuliner khas Sumbawa Barat. Pembuatnya adalah ibu-ibu disekitar lokasi pasar. Soal rasa sudah pasti juara. Harganya pun sangat ramah kantong. Dan yang pasti pengunjung membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Yang membuat asyik, pengunjung bisa sambil berwisata kuliner dengan ditemani live music. Siapapun bisa menyalurkan bakatnya dalam bermusik. Karena pengelola pasar menyediakan waktu dan tempat. Lebih seru lagi, pasar ini memiliki spot-spot  instragamable yang menarik.

"Pokoknya nongkrong sore di Pasar JanTop bakal asik dan menarik. Atraksinya pun akan terus diperbaharui, jadi dijamin nggak akan bosan," ujarnya.

Terpisah Koordinator GenPI Nasional, Mansyur Ebo, menambahkan, ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.

“Kami selalu menggabungkan nature, culture, sejarah dan dikombinasi dengan manmade,” ujar Ebo.

Pasar digital adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik difoto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus,” Ebo mengimbuh.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER