Komunitas Lettering Wanaksara Percantik Pasar Kumandang Wonosobo

Proses pembuatan lettering di Pasar Kumandang
Proses pembuatan lettering di Pasar Kumandang

Dua edisi  terakhir Pasar Kumandang tampak berbeda. Pasalnya, destinasi digital itu diramaikan komunitas lettering asal Wonosobo, Wanaksara. Pada Minggu  (13/1) lalu, komunitas tersebut menggelar agenda meetup dan perkenalan kepada ribuan pengunjung pasar Kumandang. Di hari Minggu ini (20/1), komunitas yang mayoritas anggotanya berusia belasan hingga 20 tahunan itu melakukan dekorasi pada elemen-elemen yang ada di Pasar Kumandang.

“Komunitas Wanaksara bekerjasama dengan pasar Kumandang untuk membuat dekorasi tulisan yang ada di wilayah pasar. Mengganti tulisan di spot selfie yang rusak dan juga mendekorasi yang sudah ada”, ungkap Topan Alfarizi, salah satu inisiator Wanaksara.

Topan juga mengatakan bahwa komunitas terbuka dan siap untuk berdiskusi dengan semua yang tertarik dengan hand lettering.

"Bagi yang ingin mengenal lebih jauh komunitas lettering di Wonosobo, bisa meluncur ke akun instagram kami di @wanaksara ,kami terbuka untuk diskusi dan mungkin ada yang berminat untuk bergabung," tambahnya.

Sementara  Ilham Firdaus, yang juga merupakan inisiator, berharap kegiatan di destinasi digital ini membuat masyarakat jadi semakin mengenal Wanaksara.  Keberadaan komunitas juga bisa memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi sekitar. Tidak hanya seputar kegiatan dekorasi, komunitas yang banyak berjejaring dengan berbagai komunitas di Wonosobo maupun luar daerah ini juga kemarin sempat melakukan berbagai kegiatan baksos untuk korban bencana alam.

Rochman, pengelola sosial media pasar Kumandang menyambut dengan gembira aksi yang dilakukan oleh komunitas Wanaksara. Itu karena hiasan dekoratif merupakan salah satu daya tarik penting dari destinasi digital yang hampir tiap minggunya menyedot sekitar 3.000 pengunjung ini.  Lokasi wisata tersebut  butuh untuk selalu dikembangkan sesuai tema di tangan-tangan kreatif.

“Tema pasar yang unik dan lawas ini yang akan jadi tantangan tersendiri ketika mendesain dan mendekorasi hiasan hingga tulisan. Dan komunitas Wanaksara yang kami undang ini, kami percaya  bisa menyatukan tema di setiap goresan yang ada karena sudah ahli dalam hal lettering dan dekorasi. Dan di cuaca mendung seperti ini, teman-teman Wanaksara punya solusi yang bagus untuk mengeringkan hasil karyanya,” tambah Rochman.

Meskipun cuaca mendung dan sempat gerimis, mereka berinisiatif membentangkan plastik transparan untuk menjadi doom guna menjemur karya-karya lettering hasil lukisan yang sudah selesai diwarnai. Justru aksi tersebut menarik perhatian banyak pengunjung pasar.  Mereka bertanya langsung juga berinteraksi agar mengenal lebih jauh komunitas Wanaksara. Sebagai awalan, komunitas akan menata ulang layout area Playon Bocah agar lebih nyaman dan menarik dikunjungi.

“Ternyata ada komunitas lettering di Wonosobo, saya malah baru tahu. Ini komunitas yang bagus dan edukatif serta positif, karena anak-anak muda bisa menyalurkan bakatnya di bidang dekorasi, juga memberikan banyak manfaat untuk lingkungan sekitarnya”, ungkap Randi, salah satu pengunjung pasar. 

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER