Grand Launching Bukit Manoreh Diisi Gebyar Mano

Persiapan terus dilakukan Pasar Menoreh jelang peresmiannya. (Foto: Instagram/@pasarmenoreh)
Persiapan terus dilakukan Pasar Menoreh jelang peresmiannya. (Foto: Instagram/@pasarmenoreh)

Badan Otorita Borobudur (BOB) dibantu masyarakat setempat terus mematangkan persiapan grand launching Glamorous Camping DeLoano dan Pasar Digital Bukit Manoreh di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, 14 Februari nanti.

Direktur Utama BOB Indah Juanita mengatakan, destinasi tersebut menempati lahan seluas 1,3 hektar. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung bisa menempuhnya dengan menggunakan wisata petualangan off-road atau berjalan kaki. Dengan kata lain, ada sensasi tersendiri yang membuat wisatawan senang dan terkenang berkunjung ke sana.

"Wisatawan juga bakal disuguhkan beragam kuliner dalam restoran berkonsep semi outdoor. Tempat ini juga dilengkapi tourism information center, toilet umum, dan berbagai spot foto menarik,” ujarnya.

Secara keseluruhan, ada 11 tenda eksklusif yang didirikan untuk kemeriahan grand launching tersebut. Satu tenda difungsikan sebagai mushola, dan 10 tenda lainnya digunakan untuk tempat menginap. Tenda inap sendiri masih terbagi atas 1 tenda VIP berkapasitas 4 orang, 9 tenda reguler masing-masing berkapasitas 6 orang.

Terkait Pasar Digital Bukit Menoreh sendiri, Ketua Panitia Purnomo mengaku pihaknya telah menyiapkan 20 gubuk. Terdiri dari 10 gubuk pawon yang menyajikan kuliner Desa Sedayu, dan 10 gubuk yang akan diisi produk UMKM serta potensi desa se-Kecamatan Loano.

“Launching ditandai dengan kegiatan bertajuk Gebyar Mano. Antara lain berisi sajian pentas seni, hadroh, buka lapak dagang, makan bersama, dan lain-lain,” terangnya.

Tak kalah istimewa, grand launching Pasar Digital Bukit Manoreh rencananya akan dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Diharapkan ini menjadi salah satu contoh nomadic tourism di Yogyakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Pasar Digital Bukit Manoreh akan dijadikan sebagai salah satu aktivitas dari pengunjung Glamping. Puluhan warga akan berjualan produk lokal termasuk kuliner.

“Saya berharap destinasi baru ini akan semakin menghidupkan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonporogo. Termasuk menambah semarak Borobudur yang selama ini sudah sangat dikenal wisatawan,” ungkapnya.

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER