Tarik Wisatawan, Pasar Digital Mbatok Hadirkan Seniman Mancanegara

Hari Sabtu dan Minggu, Pasar Mbatok selalu ramai dikunjungi wisatawan. (dok)
Hari Sabtu dan Minggu, Pasar Mbatok selalu ramai dikunjungi wisatawan. (dok)

GenPI.co - Berkonsep ekowisata alam, objek pasar digital Mbatok menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Baru diresmikan awal Februari 2019, pasar yang terletak di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, ini telah menghadirkan pertunjukan seni dari seniman dunia.

Kepada GenPI.co, Galih Seno selaku koordinator Pasar Mbatok mengatakan seniman mancanegara tersebut menyuguhkan pertunjukan tari kontemporer lewat sesi Glow Camp. Pentas kesenian itu sebelumnya telah ditampilkan oleh para penari dari Hungaria saat acara peresmian pasar Mbatok.

“Kami bekerjasama dengan taman hutan lemah putih menghadirkan Glow Camp, yakni international performance arts oleh para penampil dari berbagai negara,” ujar Galih via sambungan telepon.

koordinator Pasar Mbatok Galih Seno

Baca juga: Ayo Bersepeda Santai Menuju Pasar Ngingrong

Sajian tarian tersebut, lanjut Galih masih akan berlanjut hingga operasi pasar di minggu-minggu berikutnya. Sedianya dalam 2 minggu ke depan, pihaknya akan menghadirkan seniman berbakat dari Mexico, Spanyol, Hongaria hingga Cekoslovakia untuk tampil.

“Sajiannya berupa tarian kontemporer yang seminggu lalu juga saya bawa mereka ke Bangka untuk mengisi di Bangka Culture Wave,” imbuhnya.

Untuk menarik wisatawan, ia menambahkan tak hanya dari pertunjukan kesenian saja. Saat ini pengelola pasar tutut membangkitkan kembali dolanan tradisional untuk anak-anak yang sudah mulai punah. Diantaranya mainan kelereng, bintang mas dan juga kegiatan membatik hingga merancang wayang suket.

Selain itu, para pengunjung dapat menikmati serangkaian hiburan mulai dari kesenian pakaian tradisional dan penampilan para warga yang mengangkat tentang mitos sendang lanang yang dipercaya oleh warga setempat.

“Kegiatan itu bertujuan untuk mengenalkan anak pada lingkungan sekitar dan dolanan sebagai warisan budaya,” terang Galih.

Saat ini, pasar Mbatok telah menampung 27 tenant dari warga sekitar desa Mbadan dan Klotok, Karanganyar. Para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sembari menikmati jajanan khas seperti cenil, getuk, lopis hingga gatot bisa datang ke pasar yang buka setiap 2 minggu sekali, yakni Sabtu dan Minggu. 

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER