Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Ironi! Catatan Hukum di Indonesia Lemah, Nazaruddin Ikut Disebut

Eks Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin. Foto: Antara.
Eks Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin. Foto: Antara.

GenPI.co - Pengamat Politik Arif Susanto mengungkapkan bahwa penegakkan hukum setelah 23 tahun reformasi nyaris tidak ada progres.

Menurutnya, mulai dari lembaga kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung, bahkan termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada pada posisi yang lemah dan tidak berdaya.

BACA JUGA: Mendadak Mantan Pendukung Moeldoko Sebut Nazaruddin sebagai Beban

“Bahkan penggerogotan terhadap hukum itu dilakukan oleh aparat hukum,” ujar dia dalam diskusi virtual bertajuk ‘23 Tahun Reformasi: Rakyat Masih Menderita’, belum lama ini.

Menurutnya sangat ironi melihat Indonesia memiliki banyak kecacatan. Tidak hanya itu, terkait dalam penegakkan hukum, Arif menilai benteng terakhir keadilan di Tanah Air sudah roboh.

“Reformasi itu punya dua anak kandung yakni Mahkamah Konstitusi dan KPK dua lembaga ini seharusnya menjadi benteng, sayangnya sekarang sudah roboh,” katanya.

Arif juga menilai demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran yang disebabkan oleh pelupaan terhadap cita-cita reformasi.

Baginya, situasi hari ini tidak akan terjadi tanpa perjuangan reformasi. Arif juga mengaku terenyuh melihat Muhammad Nazaruddin yang melakukan aktifitas korupsi.


Reporter : Panji

Redaktur : Luthfi Khairul Fikri

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING