Politikus PDIP Ini Bocorkan Skenario Pilpres 2024: Ada Konspirasi

Politikus PDIP Ini Bocorkan Skenario Pilpres 2024: Ada Konspirasi - GenPI.co
Politikus PDIP Ini Bocorkan Skenario Pilpres 2024: Ada Konspirasi - Politikus PDIP Effendi Simbolon (Foto: JPNN.com/GenPI.co)

GenPI.co - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon blak-blakan menegaskan bahwa calon presiden (capres) yang paling potensial diusung partainya hanya Ketua DPR RI Puan Maharani.

Hal tersebut diungkapkan Effendi Simbolon dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring.

Effendi Simbolon juga membocorkan skenario maut untuk mengerek elektabilitas Puan Maharani. Menurutnya, elektabilitas Puan Maharani bisa dikejar selama 2 tahun sebelum 2024 sebagaimana Joko Widodo (Jokowi) dulu.

BACA JUGA:  Skenario PDIP Bocor dari Rekaman 3 Menit 46 Detik, Hasto: Benar..

"Karena kalau kita lihat dari cara bagaimana dulu cara Pak Jokowi masuk ke track-nya itu kan dikelola juga itu. Nggak mungkin itu tanpa ada yang mengelola ada yang terlihat, ada yang tidak terlihat. Ada konspirasi internasional juga," jelas Effendi Simbolon, Sabtu (5/6).

Namun, Effendi Simbolon menegaskan keseriusannya untuk memasangkan Puan Maharani dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Pernyataan Keras Pimpinan PA 212 Mencengangkan: Tunggu Kehancuran

Anggota DPR RI ini menilai, Anies Baswedan seorang intelektual dan akademisi yang didukung mayoritas dari kelompok religius. Kemudian Puan Maharani adalah anak UI (Universitas Indonesia), politikus perempuan dan juga Ketua DPR RI. Seharusnya bisa cocok satu sama lain.

"Satu hal Ketua DPR iya, tapi kan di sisi lain dia Puan Maharani jalan saja menjadi diri dia sendiri gitu. Kenapa sih? kita lihat saja, masa tak kenal maka tak sayang sih. Nggak mungkinlah orang semuanya membuat prediksi atau persepsi yang negatif ke mbak Puan," ungkapnya.

Sementara mengenai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP, Effendi Simbolon mengaku enggan mengomentari lebih dalam.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara