Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Isu Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Analisis Pakar Disorot

Prabowo Subianto dan Jokowi. Foto : Instagram @jokowi
Prabowo Subianto dan Jokowi. Foto : Instagram @jokowi

GenPI.co - Komunitas relawan Jok-Pro atau Jokowi dan Prabowo menginginkan kedua tokoh yang diusungnya berpasangan pada Pilpres 2024.

Tujuannya untuk mencegah polarisasi ekstrem di Indonesia pasca penyelenggaraan pilpres yang pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:  Akademisi: Jika Rezim Jokowi Tak Mampu, Bisa Timbul People Power

Kehadiran Jok-Pro turut ditanggapi oleh pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga. Dirinya khawatir kehadiran komunitas itu tampak sangat spekulatif. 

"Sebab, polarisasi ekstrem pendukung Jokowi dan Prabowo yang dikenal dengan cebong dan kampret itu harusnya sudah teratasi dengan bergabungnya Prabowo ke Pemerintahan Jokowi," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Sabtu (19/6).

Namun, nyatanya cebong dan kampret masih saja bertarung di media sosial. Hal itu dikatakan karena cebong dan kampret terus berhadap-hadapan dalam konfrontasi yang terkesan tidak berujung.

BACA JUGA:  Hari Ini, Komunitas Pendukung Jokowi-Prabowo 2024 akan Diresmikan

"Jadi, masalah polarisasi anak bangsa tidak akan selesai hanya karena menyatukan Jokowi dan Prabowo sebagai pemimpin Indonesia," lanjutnya.

Oleh karena itu, menurut Jamiluddin, kehadiran Jok-Pro 2024 tampaknya bukan dimaksudkan untuk menetralisir polarisasi ekstrim di Indonesia pasca Pilpres 2024. 

"Itu hanya tameng untuk meng-golkan presiden tiga periode," tegasnya.


Reporter : Annissa Nur Jannah

Redaktur : Hafid Arsyid

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING